Midnight Sun

Midnight Sun

  • WpView
    Letture 1,115
  • WpVote
    Voti 190
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, dic 9, 2022
WpInfo
Fanfiction
Sequel dari TOURNIQUET! Tragedi merenggut mimpi, esok diawali tanpa satu yang terkasih. Kagome meniti takdir di atas serpihan hati. Seulas harapan terbentang, garis darah menutup luka. Bersandar pada pendar perak sang rembulan, ia menoreh asa. Yang patah hampir pulih, separuh diri siap ia persembahkan. Kirana laksana mudah terjamah. Renjana pertama hadir dalam satu kerjap mata. Tatkala akanan menghadang. Kagome pun tiba di persimpangan. Warning: Love triangle in later chapters! Disclaimer : I wish I do own Inu Yasha, but I don't. I'm just renting them from Rumiko Takahashi, Viz, Sunrise, etc. I will make no money from this fic, I write for my own enjoyment and the enjoyment of my readers.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Reverie
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Random Story
  • You Belong to me [End]
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • 𓆩𝐖𝐡𝐲 𝐍𝐨𝐭 𝐓𝐡𝐢𝐬 𝐓𝐢𝐦𝐞?.𓆪 [Hiatus◁ II ▷]
  • a RAINBOW
  • The End Of Happiness
Reverie

Di tengah luka masa lalu dan bayang-bayang cinta yang belum pergi, seorang perempuan belajar membuka hati untuk cinta baru-bukan karena lupa, tapi karena akhirnya siap hidup lagi. *** Eireen tak pernah memilih Ino. Tapi cinta pelan-pelan tumbuh, diam-diam bertunas di antara diam dan trauma. Lalu cinta itu direnggut. Secara harfiah. Secara tragis. Kini, ia tinggal bersama bayangannya, bersama seorang anak kecil bernama Jino... dan seorang pria yang dititipkan oleh cinta lama: Chris. Chris tak datang untuk menggantikan. Tapi dia tinggal. Diam-diam mencintai. Diam-diam berharap. "Kalau kamu jatuh lagi, kamu gak sendiri." Dan saat malam akhirnya terasa hangat kembali, Eireen sadar: cinta kedua bukan karena lupa. Tapi karena diberi ruang untuk tumbuh. "Aku nggak tahu ini benar atau enggak... tapi aku capek nahan semuanya sendiri." Dan Chris menjawab: "You don't have to. Not anymore."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti