We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AMORA
  • WpView
    Reads 20,419
  • WpVote
    Votes 1,204
  • WpPart
    Parts 64
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 17, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[PROSES REVISI] Hidup adalah sebuah misteri, dan kematian adalah hal yang pasti. Semua yang datang akan pergi, dan semua yang bernyawa akan pasti mati. Kita tidak bisa memaksakan sesuatu yang menurut kita baik, dan kita tidak bisa menahan orang yang kita sayang untuk tetap bersama kita. Gue masih ingat sebuah pesan yang disampaikan Papa kepada gue. Bahwa apapun yang ada di dunia ini hanyalah semu. Dan apa yang kita miliki hanyalah titipan. Semua akan diambil perlahan oleh Sang Pemiliknya. Sejatinya hidup terus berjalan. Merelakan orang yang kita sayang untuk pergi dan menerima orang baru menggantikannya itu bukanlah hal yang mudah. Ada kalanya kita ditinggalkan. Dan ada saatnya kita harus meninggalkan. Terimakasih Tuhan. Engkau telah mempertemukan kami dengan seorang laki - laki baik dan mencintai kami dengan tulus. Novel ini, gue dedikasikan kepada seorang pria yang gue panggil Ayah dan untuk para Ayah sedunia..
All Rights Reserved
#133
nakal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Juan [REVISI]
  • Full Of Scratches
  • Cinta Untuk INDAH
  • A Fractured Soul
  • Sejenak Luka
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • BEDA DUNIA
  • Jalan Pulang
  • A R S E A N A

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines