I 'M FINE
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Dec 30, 2020
Dia anak berlia berumur 5 tahun yang harus diasingkan oleh kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya yang seharusnya melindungi dia malah mereka yang membuat dia tersiksa dirumahnya sendiri. Entah kenapa orang tuanya sendiri melakukan itu kepada dia Dia bernama Raysa Nandine Wijaya kalian juga bisa memanggil aku aysa aku sekarang meninjak umur 15 tahun dan kakaku berumur 17 tahun. ayahku bernama Arya Kusumawijaya ibuku Intan Andrayani kakakku Revan wijaya. Aku selalu kesakitan setiap dirumah karena aku diperlalukan sepeerti anak yang tak diinginkan oleh orang tua ku aku kadang dipukul sama ayahku karena masalah aku tidak bilang padahal aku sudah telpon ayah sama mama tapi apa mereka cuman mematika sambungan telponku Ayahku adalah pemilik perusahan terbesar 1 seindonesia. Ya mereka bilang pasti enak hidup ddengan orang tua yang kaya. Tentu saja tidak karena orang tua ku tidak menginkan aku dihidup mereka Disini aku menemukan cwo yang mengerti aku sejak bertemu dia pokok nya aku sayang dia dia bernama Restu Bayu Aditama setiap hari aku selalu bertanya kenapa dia mencintai ku sedang kan aku adalah seorang wanjta yang tidak sempurna. Aku memiliki penyakit darah itu sku tau sejak aku menginjak kelas 2 sma setiap hari aku harus menahan rasa sakit yang amat amat sakitt.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Promise Me ( END )
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • HIDAYAH CINTA UNTUK ZHAFIRA (TERBIT)
  • Assalamualaikum Cinta
  • Here For You
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Gadis Desa Jadi Milliarder (END)
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines