Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 2, 2021
Perihal rasa yang tak tahu kapan datangnya dan kepada siapa ia akan berlabuh, kesiapan hati dan pikiran, ego yang harus dikesampingkan. Tanjakan akan ada dan selalu ada, hal-hal yang harus dipersiapkan matang-matang, pemikiran yang harus dilatih entah sejak kapan. Cerita akan selalu ada. Sejak kapan kita akan bertemu? dan kapan kita akan berlabuh untuk saling membersamai? Bukan sebuah novel atau cerita pendek, hanya rangkaian fonem lalu menjadi kata dan pada akhirnya jadi kalimat dalama beberapa pargaraf dari penulis yang didapatkan dari hasil riset kecil-kecilan dengan dua sudut pandang yang berbeda, tidak ada tokoh. Bagi kalian yang tertarik silahkan dilanjutkan, semoga kita bisa berteman dan tentunya semoga ada hal yang bisa diambil dari rangkaian kalimat yang penulis berikan. Kritik dan saran yang membangun selalu ditunggu. Terima kasih, salam hangat dariku untuk kamu Untuk saat ini, foto dalam coretan ini from unplash Yaya
All Rights Reserved
#534
masamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE in SILENCE
  • QODARULLAH
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • My Precious Husband
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]

(follow dulu sebelum membaca) "saya berniat mengkhitbah putri bapak." seorang laki-laki yang ia kenal sebagai kakak tingkatnya dikampus tiba-tiba saja datang kerumahnya untuk melamar. bahkan untuk saling bertegur sapa pun mereka tidak pernah, hanya beberapa kali bertemu itupun secara tidak sengaja di area kampus. dengan penuh keberanian, laki-laki berparas tampan dengan tinggi semampai itu menatap lekat pria paruh baya dihadapannya. "kamu mengenal putriku?" laki-laki itu menggeleng. "tujuan saya mengkhitbah putri bapak karena saya ingin berkenalan lebih lanjut dengan putri anda, saya ingin mengenal jauh sebelum saya menikahinya." *** "abang serius?" laki-laki tampan itu sudah merasa muak dengan posisinya yang tidak bisa berbuat apa-apa, sejauh ini ia hanya diam dan sesekali memperhatikan dari jauh. sambil terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, namun ia merasa cukup takut untuk mengungkapkan. bukan, bukan takut atas pengakuannya pada sang wanita. melainkan ia takut rasa sukanya diketahui oleh setan, dan berakhir ia kalah dalam tekadnya untuk tetap menjaga diri dari godaan sebangsa jin. bagaimana kelanjutan, simak cerita ini sampai ending ya!! ig: anggipriskilia [#1wilda 12 mei 2025] [#2fiskiremaja 1 juni 2025] [#3abiyan 12 mei 2025] [#5diam 1 juni 2025]

More details
WpActionLinkContent Guidelines