Dear Naldi (Selesai✅)

Dear Naldi (Selesai✅)

  • WpView
    Reads 254
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 8, 2021
Anggun sudah berusaha melupakan cowok itu namun sepertinya hanya ada kata tidak yang selalu menghampiri setiap perjuangannya. Rasa sayangnya sangat besar dan berbanding jauh dengan rasa bencinya kalau bisa dibilang ia tak pernah membenci cowok itu. Kadang ia samapai lupa jika ada banyak hal yang ia tinggalkan hanya untuk menggapai tujuan utama sampai suatu hari hal itu mengajarkannya tentang betapa sakitnya tidak memperdulikan namun takut kehilangan. _kadang jika harus mendapat kita juga perlu melepas_ Jika ada kesamaan atau apalah dengan cerita lain mungkin itu ketidak sengajaan karena cerita ini hasil hallu author. Follow baru baca okye:) Start:30 Desember 2020
All Rights Reserved
#360
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • Titik Koordinat Takdir [COMPLETED]
  • Selamanya
  • Antara Benci dan Cinta
  • My Cold Crush - Complete
  • Hate To Love♡
  • Awas Jatuh Cinta
  • Putih & Abu-abu
  • HARAPAN YANG SALAH    ( REVISI )

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines