85 Millimeters

85 Millimeters

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 30, 2020
Gia sengaja membuat dirinya tertangkap sebagai satu dari rangkaian rencana yang dia buat dengan selama dua tahun. Dia ingin mengakhiri apa yang sudah dibuat oleh ayahnya. Untuk itu, dia juga harus mengakhiri semua yang dia punya. ---------- "I wish I can see you again in another life," ujarnya pelan dan pilu. "If there are other lifes, I will ask for you in every one of them." ---------- Hai, Kelip Biru di sini. Cerita ini sebenarnya adalah cerpen yang panjang, sekitar lima ribu kata. Kelip tulis sebagai side story novel beberapa tahun yang lalu. Namun, novelnya belum juga selesai dan cerpen ini jadi salah satu cerpen yang Kelip suka. Happy reading~ Yours truly, Kelip Biru
All Rights Reserved
#5
fiksiilmiahindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Alisa's Story
  • No Longer Mate
  • Bentangan Payung Biru
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • Middlemost | ENHYPEN ✔
  • GRIZLEN {On Going}
  • Make a Story With You

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines