We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Promise
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Tolong ingatin gue jika suatu saat nanti gue lupa lo," Athala takut jika saat itu tiba, dimana Alfa benar-benar lupa dan pergi darinya. Alfa selalu mengatakan itu kepada Athala, bahkan Athala sampai bingung karena kata-kata itu. "Gue mau mati! Rasanya sakit Tha, seakan nyawa gue ditarik paksa keluar dari tubuh gue," Alfa meremas dada kirinya yang terbalut seragam kuat. Napasnya memburu tak beraturan, darah keluar dari mulutnya sampai meninggalkan bekas di seragam yang dia kenakan. Itu adalah kenangan terakhir Athala bersama Alfa. Tepat di koridor sekolah sore itu Alfa terbaring di pangkuannya dengan bersimpah darah. Waktu sangat kejam, tanpa pamri waktu memakan Alfa dari pandangannya, karena setelah tragedi di koridor itu Alfa langsung di bawa ke rumah sakit. Cowok itu menghilang begitu saja tanpa kabar, berkali-kali Athala mencari keberadaan Alfa, menanyakan kemana cowok itu pada orang tua dan teman-teman cowok itu, tapi satupun dari mereka tidak ada yang menjawab. "Nggak ada yang bisa akhirin derita lo selain gue," "Kenapa?" tanya Athala. "Karena lo terikat sama gue. Gue itu nyawa lo, tubuh lo dan napas lo. Mau lo luapin gue kayak gimanapun lo nggak bakal bisa. Begitu juga gue. Lo ada di sini Tha, kalau suatu hari nanti gue udah nggak kuat dan nggak bisa berdiri lagi dengan kedua kaki gue, gue bakal datang ke lo. Gue mau saat-saat terakhir gue, gue ada di pangkuan lo," Alfa menepuk dada kirinya tepat di bagian jantung. Cowok itu menatap lekat mata Athala.
All Rights Reserved
#242
promise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A I'M FIRGI NOT ANGEL {END}
  • They Don't Know About Me!!!
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Moodbooster Ku [REVISI]
  • gadis boneka? (END)
  • 𝑮𝑨𝑫𝑰𝑺 𝑷𝑶𝑳𝑶𝑺 𝑴𝑰𝑳𝑰𝑲 𝑴𝑨𝑭𝑰𝑨
  • POSESIF MAFIA
  • About You And Me
  • Azka (END)
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)

HARAP FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!! TAHAP REVISI!!!!! ****** Hai ini adalah cerita pertama aku maaf kalau masih ada kesalahan atau kalimat yang kurang nyambung mungkin. Typo bersebaran dan bahasa yang aku gunain kasar jadi bijak dalam membaca. Plagiat di larang mendekat!!! ******* Bagaimana jadinya kalau jiwa kita berada di raga orang lain? Bukannya ke alam baka justru malah tersesat di raga orang lain? Apa kalian percaya yang namanya transmigrasi? Hal itulah yang di alami FIRGI AGLIVIANECHA QUEEN ALEXANDER jiwanya yang nyasar di tubuh seorang gadis yang namanya buruk di lingkungan sekolah maupun keluarga, yang di juluki sebagai queen bullying di sekolah dan yang haus akan kasih sayang keluarganya. Apakah Firgi bisa melewati semua ini? Atau malah menyerah? ******** Jlepp Jlepp Dengan bebarengan Kenzo datang dan menancapkan pisau racun mematikan tepat di jantung Ricat dan hm meninggoy. "QUEEN"semua datang menyaksikan Firgi tertancap belati tepat di hatinya. Ferga yang notabe kembaran Firgi ikut tumbang dengan sigap Bara menangkapnya. Sedangkan Kenzo berlari menangkap tubuh Firgi yang berlumuran darah dan mencabut belati. "Dek bangun dek jangan tutup mata please dek kakak mohon bertahan demi kakak mommy dan daddy dek bangun dek"ucap Ferga dengan mata berkaca-kaca. DI TEMPAT LAIN Angel dia sedang mengendarai mobil di atas rata² hatinya sakit, pikirannya kacau, dia tidak kuat buat jalanin ini semua. Angel mencekram kuat setir mobil untuk melampiaskan semua isi hatinya. Arrrrrggghhhhhhh Di saat tikungan ada sebuah truk yang juga melaju kencang ke arah mobil Angel tanpa di sadari gadis itu dann...... BRAKKK BRAKKK Truk itu menghantam mobil Angel, dan mobil Angel masuk ke dalam jurang dan menghantam pepohonan. Penasaran? Kuy langsung baca aja jangan lupa VOTE dan KOMEN ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines