Abang Barista

Abang Barista

  • WpView
    LECTURAS 2,966
  • WpVote
    Votos 457
  • WpPart
    Partes 38
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 6, 2024
Fallencia Kayana, gadis yang sangat menyukai minuman yang pasti di sukai sejuta umat. BOBA! Saking cinta dia dengan Boba. Dia akan selalu mencoba hal baru dari minuman itu. Dan karena Boba kisah cintanya di mulai. Cafe baru yang ada di dekat sekolahnya, mempertemukan dia dengan seorang Barista. Barista yang berhasil membuatnya jatuh cinta, hanya karena senyuman manis yang dia sunggingan kearah pelanggan. "Gue ibaratkan kopi itu hidup gue, sedangkan arsitek mimpi gue." "Sama dong sama Cia. Boba itu hidup Cia sedangkan bang Galang mimpi Cia yang bakal jadi kenyataan." Ikuti perjuangan Ratu Boba yang mengejar Cinta sang Barista, dalam kisah ini. Don't copy paste! Cerita ini untuk di baca bukan untuk di tulis ulang! Cover by : pinterest
Todos los derechos reservados
#33
barista
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sayang
  • Diary Kiara (On Going)
  • Kopi pahitku
  • Tomboy? But I Love You [TAMAT]
  • Secangkir kopi dan cerita ✔
  • Ruang Biru [ON GOING]
  • My Barista Boy(Friend)
  • pahitnya kopi.
  • Amor?
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido