SOLITUDE'

SOLITUDE'

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 25, 2021
Amerta Kanigara Senandika. Ia hanya seorang gadis cantik yang tak pernah tersenyum. Baginya, semua orang-orang disekitar nya adalah jahat. Ia tidak menyukai semuanya. Hingga keinginan itu muncul, keinginan jika dirinya hanya ingin seorang diri saja. Disekolah, sendiri. Dirumah, sendiri. Ia ingin dan hanya ingin menyendiri disetiap waktu yang ia punya. Hingga perlahan keinginan itu memudar. Amerta mulai membuka diri terhadap sosok 'Dia' yang ... yahh bisa dibilang agak tiba-tiba. "Kamu bisa percaya dan cerita semuanya sama aku Amerta" "Tapi aku takut. Aku takut kamu pergi dengan semua cerita yang aku sembunyikan..." Cover by: Canva.
All Rights Reserved
#7
amerta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • KenZian [END]
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Maaf' (Revisi)
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Javas Drexzer [END]
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • ALMERO (END)
  • My Protect Family

Sejak kecil, Valesta sudah belajar satu hal: tidak semua tempat yang disebut rumah benar-benar memberi rasa pulang. Berpindah dari satu atap ke atap lainnya, terluka, bertahan, dan perlahan membangun dunia kecilnya sendiri, Esta tumbuh menjadi gadis yang tampak kuat di luar, tapi retak di dalam. Saat semua orang pergi satu per satu, dan dunia seolah hanya memberinya pilihan untuk menyerah, Esta memilih melawan. Melawan sepi, luka masa lalu, ketidakadilan, dan ketakutannya sendiri. Di tengah keheningan yang panjang, ia bertemu orang-orang yang mengajarinya lagi tentang tawa, keberanian, dan cinta yang tak bersyarat. Ini adalah perjalanan tentang kehilangan, menemukan, dan membangun. Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang menciptakan rumahnya sendiri - perlahan, penuh luka, namun penuh harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines