Story cover for ALBARA by raysalaudya
ALBARA
  • WpView
    Reads 610
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 610
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Dec 31, 2020
"Kenapa kamu balikin semua barang yang udah aku kasih, Ay?" Bara menatap punggung gadis di depannya dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Bukan cuma barang dari lo yang gue balikin, tapi perasaan lo buat gue juga gue balikin dan perlahan gue juga bakal hapus perasaan gue buat lo." Balas Ayra sambil menahan genangan air di kedua pelupuk matanya.

Bara tertegun mendengar ucapan gadisnya, apa katanya? Lo, gue? "Maksud Kamu? Kamu mau pergi ninggalin Aku, Ay?" 

"Lo sendiri yang minta gue untuk pergi dari hidup lo dan jangan pernah nampakin diri lagi di hadapan lo kan? Gue bakal turutin semua itu Bar, tenang aja." Ayra membalikkan badannya sambil tersenyum tipis. 

"Jadi, segitu doang perjuangan kamu buat hubungan kita?" Ayra tersenyum kecut mendengar pertanyaan yang lolos dari mulut Bara. 

"Buat apa gue berjuang untuk menjadi pelangi di hidup seseorang yang buta warna, percuma Bar." Kalimat itu yang membuat Bara terdiam, bahkan bisa saja kalimat itu menjadi kalimat penutup dalam kisah cintanya dengan Ayra.
All Rights Reserved
Sign up to add ALBARA to your library and receive updates
or
#26albara
Content Guidelines
You may also like
Bahagia & Luka (END) by UlfaDian_
29 parts Complete
HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA! [Siapin tissue sebelum baca!] "Denger Shania, gue nggak pernah mengharapkan pertunangan ini. Ngerti?!" ucap Bara dengan penuh penekanan. Shania adalah sosok gadis cantik dengan hati lembut yang penuh kesabaran. Tetapi, tetap saja setiap orang pasti memiliki batas kesabarannya masing-masing. Shania bukanlah gadis yang beruntung karena memiliki kekayaan serta keinginannya yang selalu terpenuhi. Dia juga memiliki beban hidup yang sangat berat seperti manusia lainnya. Dia memiliki penyakit jantung. Shania membiarkan air matanya yang mengalir. "Gue minta maaf kalo selama ini gue cuma ngerepotin lo dengan penyakit gue ini. Bara, gue janji nggak akan nyusahin lo lagi. Gue sayang sama lo. Beri gue kesempatan buat memperbaiki semuanya, gue bakal berusaha sekuat tenaga buat sembuh biar lo bisa nerima gue. Jadi, tolong tunggu sampe waktu itu tiba. Gue mohon.." "Gue nggak peduli sama kesembuhan lo. Seandainya aja lo nggak pernah ada di kehidupan gue, pasti semua bakal baik-baik aja. Hahh miris, kenapa gue harus ditakdirin sama lo?" seru Bara. Bara adalah teman masa kecil Shania. Gadis itu sangat menyukainya. Dulu Bara tidak pernah bersikap kasar padanya, namun kini keadaan sudah berubah. Dan apa sebenarnya alasan Bara melakukan itu? Hingga kemudian Arkan datang di kehidupan Shania. Dia adalah sahabat Bara. Dia yang selalu menghibur Shania setiap kali gadis itu sedih. "Jangan terlalu mengemis cinta, ingat kita itu punya harga diri. Dan cewek itu kodratnya dikejar, bukan mengejar!" ujar Arkan pada Shania. Seiring berjalannya waktu, Shania mulai membenci Bara. Tapi bagaimana jika orang yang ia benci itulah yang justru menjadi malaikat penolongnya? Lalu apa kabar dengan hati Arkan yang mulai menyukai Shania? "Gue percaya. Gue terlahir untuk menikmati bahagia dan luka." #Shania. [Terinspirasi dari drakor Extra Ordinary You. Pencinta Drakor pasti tahu wkwk.]
You may also like
Slide 1 of 10
Cause Dare I Got Boyfriend cover
Salam Terindah cover
My Name is SYANARA (COMPLETED) cover
Bahagia & Luka (END) cover
Abarasha [End] cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
Love & Enemy cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
Love Cologne cover
ARBIAN [ ON GOING ] √ cover

Cause Dare I Got Boyfriend

19 parts Ongoing

'Cium cowok yang pertama kali tatapan sama lo di Festival Musik nanti!!' Terdengar tak masuk akal bukan? Orang waras mana yang mau melakukan dare tersebut? Tentu saja Ayra lah orangnya. Ia yang awalnya menolak mati-matian dare tersebut, kini kembali menerimanya hanya karena beberapa lembar foto berisi biasnya-Jung Jaehyun. Lalu, karena tak ingin memberikan ciumannya begitu saja pada orang yang tak ia kenal. Ayra membuat rencana dimana ia akan bertatapan dengan pemuda yang terlihat tampan dan gagah perkasa, serta menciumnya sekilas dan lekas pergi. Ayra memang menemukannya, bahkan berhasil melakukannya. Hanya saja, ia tak tahu jika pemuda yang ia cium merupakan Iblis sekolah mereka. Dan semenjak itu, kehidupan normalnya berubah menjadi malapetaka. "Selamat tinggal kehidupan normal gue, mari bertemu di tempat yang lebih baik lagi!" wasiat terakhir Ayra.