ALBARA
  • WpView
    Reads 610
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa kamu balikin semua barang yang udah aku kasih, Ay?" Bara menatap punggung gadis di depannya dengan tatapan yang sulit di artikan. "Bukan cuma barang dari lo yang gue balikin, tapi perasaan lo buat gue juga gue balikin dan perlahan gue juga bakal hapus perasaan gue buat lo." Balas Ayra sambil menahan genangan air di kedua pelupuk matanya. Bara tertegun mendengar ucapan gadisnya, apa katanya? Lo, gue? "Maksud Kamu? Kamu mau pergi ninggalin Aku, Ay?" "Lo sendiri yang minta gue untuk pergi dari hidup lo dan jangan pernah nampakin diri lagi di hadapan lo kan? Gue bakal turutin semua itu Bar, tenang aja." Ayra membalikkan badannya sambil tersenyum tipis. "Jadi, segitu doang perjuangan kamu buat hubungan kita?" Ayra tersenyum kecut mendengar pertanyaan yang lolos dari mulut Bara. "Buat apa gue berjuang untuk menjadi pelangi di hidup seseorang yang buta warna, percuma Bar." Kalimat itu yang membuat Bara terdiam, bahkan bisa saja kalimat itu menjadi kalimat penutup dalam kisah cintanya dengan Ayra.
All Rights Reserved
#540
labil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bahagia & Luka (END)
  • Salam Terindah
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • DRABIA [END]
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Cause Dare I Got Boyfriend
  • Love & Enemy
  • He Wrote My Name Wrong
  • Ex or New? [REVISI]

HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA! [Siapin tissue sebelum baca!] "Denger Shania, gue nggak pernah mengharapkan pertunangan ini. Ngerti?!" ucap Bara dengan penuh penekanan. Shania adalah sosok gadis cantik dengan hati lembut yang penuh kesabaran. Tetapi, tetap saja setiap orang pasti memiliki batas kesabarannya masing-masing. Shania bukanlah gadis yang beruntung karena memiliki kekayaan serta keinginannya yang selalu terpenuhi. Dia juga memiliki beban hidup yang sangat berat seperti manusia lainnya. Dia memiliki penyakit jantung. Shania membiarkan air matanya yang mengalir. "Gue minta maaf kalo selama ini gue cuma ngerepotin lo dengan penyakit gue ini. Bara, gue janji nggak akan nyusahin lo lagi. Gue sayang sama lo. Beri gue kesempatan buat memperbaiki semuanya, gue bakal berusaha sekuat tenaga buat sembuh biar lo bisa nerima gue. Jadi, tolong tunggu sampe waktu itu tiba. Gue mohon.." "Gue nggak peduli sama kesembuhan lo. Seandainya aja lo nggak pernah ada di kehidupan gue, pasti semua bakal baik-baik aja. Hahh miris, kenapa gue harus ditakdirin sama lo?" seru Bara. Bara adalah teman masa kecil Shania. Gadis itu sangat menyukainya. Dulu Bara tidak pernah bersikap kasar padanya, namun kini keadaan sudah berubah. Dan apa sebenarnya alasan Bara melakukan itu? Hingga kemudian Arkan datang di kehidupan Shania. Dia adalah sahabat Bara. Dia yang selalu menghibur Shania setiap kali gadis itu sedih. "Jangan terlalu mengemis cinta, ingat kita itu punya harga diri. Dan cewek itu kodratnya dikejar, bukan mengejar!" ujar Arkan pada Shania. Seiring berjalannya waktu, Shania mulai membenci Bara. Tapi bagaimana jika orang yang ia benci itulah yang justru menjadi malaikat penolongnya? Lalu apa kabar dengan hati Arkan yang mulai menyukai Shania? "Gue percaya. Gue terlahir untuk menikmati bahagia dan luka." #Shania. [Terinspirasi dari drakor Extra Ordinary You. Pencinta Drakor pasti tahu wkwk.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines