menebak cara kerja semesta

menebak cara kerja semesta

  • WpView
    Lecturas 34
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 27, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Luka yang hadir itu bermula saat dia menyamar menjadi mataharimu. Menjadi tawamu dan juga menjadi impianmu. Sadarkah kamu semuanya itu semu, tidak akan pernah menjadi seindah imajinasimu. Dan serenyah rencana goblokmu yang berfikir hidup ini terlalu indah dan tidak bakalan berkhianat. Dia yang tidak pernah aku berfikir bakalan pergi. Melihat sosok istimewanya yang seperti mustahil akan melupakan. Dari tawaku yang alasannya itu kamu, semangatku dan cita-citaku dihapus oleh ketidak sabaranmu yang diam-diam pergi mencari sosok lain Kamu yang tidak pernah merasa cukup dengan hadirnya aku, namamu abadi di catatan ku:)
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Menepi
  • Psikopat Digital? [End]
  • Bulan Dan Bintang
  • Bayangan Ekor Kesembilan ✔️
  • If we can together
  • I'm Alessa
  • Let Me Love You Longer
  • KEPERGIAN SENJA
Menepi

Berawal dari kecerobohanku yang menerima rasa perhatianmu dengan rasa nyaman. Menganggap itu adalah sebuah rasa ketertarikan, nyatanya itu adalah luka yang sedang tertanam. Ada raga yang ingin kumiliki, ada tangan yang ingin kugenggam, dan ada hati yang ingin ku bahagiakan. Namun sayangnya, dihatimu sudah ada yang bertamu lebih dulu. Sedari awal asmara hanya sebuah lelucon untuk menemani sunyi malammu. Aku terlanjur menyelam rasa, menerimamu dengan berbagai asa. Berharap aku yang menjadi pujaan. Ternyata, aku hanyalah tempat mu tuk singgah sejenak disaat dia tidak ada. Aku bukan lah tempatmu menetap. Alden, Terima kasih sudah menghadiahi luka yang tak disengaja, dan melepasmu adalah jalan satu satunya menghapus gerimis setiap kali langit menangis. Tertanda, Risel.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido