πŸ’ŽDiamondπŸ’Ž

πŸ’ŽDiamondπŸ’Ž

  • WpView
    Leituras 134
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    CapΓ­tulos 11
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, out 22, 2021
Setelah beberapa saat menunggu ternyata ada seseorang yang aneh mendekatiku, aku bingung apakah aku harus lari?. Aku gemetar, dadaku serasa sesak rasanya seperti sedang berada dipinggir jurang yang siap untuk menelanku dengan sekejap, bibirku bungkam seribu bahasa aku ingin lari secepat mungkin tapi kaki ku seperti lumpuh tak berdaya, muka ku langsung pucat seperti sedang demam tinggi, keadaan disini gelap sekali tidak ada cahaya sedikit pun disini sehingga sulit untuk melihat seseorang yang sedang mendekatiku ini. Seseorang itu semakin dekat dan terlihat dia memakai jubah hitam pekat seperti pesulap yang tersesat. Hai makasih udah mau berkunjung disini semoga ceritanya menghibur, tidak membosankan dan bermanfaat. Cerita : Fantasi Dibuat oleh : Kalista Bantu share, Vote, dan komen ya:))
Todos os Direitos Reservados
#286
tantangan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histΓ³rias do mundoTenha recomendaΓ§Γ΅es personalizadas, guarde as suas histΓ³rias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez vocΓͺ tambΓ©m goste

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Forbidden Love
  • Brave Alone
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • My ice girl
  • MY HUSBAND CEO[Completed]

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de ConteΓΊdo