CERITA CINTA

CERITA CINTA

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 27, 2021
Halo........ Jangan lupa follow ya..... Semoga suka..... *** "Ra.. Ayo dong" bujuk Jeje sambil menggoyang-goyangkan sebelah tangan sahabatnya.mereka sekarang sedang menuju ke kantin. "Nggak. gue udah pernah bilang kan. kalo gue ngak suka sama kak Aryo. Lo kok maksa sih je." balas Nara dengan wajah tidak suka dan tidak habis pikir terhadap sikap sahabatnya itu. Nara pun berjalan dengan langkah terbilang terburu-buru.agar sahabatnya yang satu ini tidak terus memaksanya untuk menerima Kaka kelas yang bernama Aryo itu.bukanya tidak suka.tapi untuk saat ini Nara memutuskan untuk tidak berpacaran dulu. Kenapa? Apakah ada sebuah alasan? Atau mungkin dia sendang menunggu seseorang?
All Rights Reserved
#109
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • RAFA(Rain Rafa)
  • ArKa (End)
  • tentang sebuah rasa
  • DIKANESHA
  • Just another High school Story [Completed]
  • ALAGAM (SELESAI❤️)
  • AIRen
  • Almost Us

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines