Dalam Dekapan Hujan

Dalam Dekapan Hujan

  • WpView
    LECTURES 177
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 16, 2021
Bau tanah yang menyengat dan percikan hujan mungkin membawa sesuatu yang tenang. Bahkan suara gemericik air yang turun melalui daun-daun dan pepohonan membuat rasa nyaman. Beberapa hal lain sama termasuk untuk mereka yang mempunyai kenangan saat hujan turun. Hal lain adalah ketika mereka membutuhkan dekapan saat hujan tiba, namun kadang hujan juga menyakitkan beberapa hal yang terlintas dipikiran kadang datang dan teringat saat rintik hujan turun satu persatu ke tanah membuat segala kenangan indah tidak luntur dengan begitu saja. Teruntuk rintikan hujan dan segala perasaan yang tercampur di dalamnya memang sulit dilupakan, kadang kamu hanya butuh dekapan saat semuanya tidak baik-baik saja. Sebuah kolaborasi coba-coba dari @ohipul_ & @nizarahmahh
Tous Droits Réservés
#959
kenangan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rain Sound
  • rain untuk senja
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • harapan yang pupus
  • Aksara Tak Bertuan
  • Sudah September
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • Girl Rain Haters
  • Miracle of Wonder Rain [END]

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu