My killer ketos (Sudah Diterbitkan)

My killer ketos (Sudah Diterbitkan)

  • WpView
    Lecturas 2,926,587
  • WpVote
    Votos 258,033
  • WpPart
    Partes 68
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 23, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
(Tamat) "Gue sumpahin lo nggak punya pacar!" "Siapa bilang, mulai hari ini lo jadi pacar gue. Nggak ada penolakan!" Bagaimana perasaanmu jika kamu diperlakukan seperti itu oleh ketua osis di sekolah mu? Caramel sangat heran kepada cowok itu, mengapa tiba-tiba dia menjadikannya pacar? Kenapa? Apakah dia tak ada yang suka? Walaupun bertetangga, tetapi Caramel jarang akur dengan Rafael. Dan bagaimana bisa Caramel dan Rafael berpacaran jika setiap harinya selalu bertengkar dengannya? Apalagi bersama cowok pemaksa sepertinya. ••• (Follow dulu sebelum membaca) SEBAGIAN PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBIT
Todos los derechos reservados
#130
caramel
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • GHAVARI
  • Salah Target [Unpublish]
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Infasilran
  • CLARISA [COMPLETE✓]
  • My Killer Ketos (New Version-Sudah Terbit)
  • FALLING: Love and Apart
  • paint without t [end]
  • Raphael [SELESAI]
  • I'm Fine
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido