We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Airon
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kita bertengkar dan dia menghilang. Semakin mencari tahu jawaban semakin banyak "kenapa" yang didapat. Mungkin benar, setelah lelah mencari dan berjuang sejauh ini semuanya harus berakhir, berakhir dengan banyak "kenapa" tanpa "karena". Untuk kali ini biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menyelesaikan semuanya, dan biar waktu yang menjawab "karna" atas tiap "kenapa" yang ada, walau ntah kapan waktu itu tiba, atau mungkin tak pernah ada. *Note : •Up malam minggu
All Rights Reserved
#69
dion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • FLOWERS IN MUNICH
  • The Six Crystal (Tahap Revisi)
  • Noda dalam Cinta
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Di Balik Tirai Merah
  • Legacy of The Fallen Star (Completed)✔️

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines