We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Choose

Choose

  • WpView
    Reads 1,849
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Shakila pikir, setelah bertahun-tahun tak berjumpa dengan Rehan ia akan melupakan perasaannya pada laki-laki itu. Praduga nya salah, debaran aneh itu masih terasa saat pria pendiam itu menatapnya. "Kamu masih sama, tetap cantik seperti dulu." "Gak ada yang berubah, termasuk perasaanku." *** Cerita ringan konflik, hanya berisi kehidupan sehari-hari antara Rehan dan Shakila.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • in verso aeternaria
  • Raina Maramitha
  • Traces Of Marriage(END)
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • Pacar Sengklek (On going)
  • Don't call it love!
  • Z & H
  • SHADOW ( Selesai)
  • Tokoh Utama
  • My Disaster Boyfriend

Langit kelabu. Sirine meraung. Rel kereta masih bergetar sisa kepanikan. Seorang wanita turun dari mobil kantor Metro 7 dengan rompi pers dan ID Card menggantung di leher. Kamera bergoyang, suara orang-orang bercampur dengan peluit petugas. Di tengah kekacauan... satu sosok berdiri tegak. Seorang pria dengan seragam masinis kusut, helm safety, dan wajah datar-sedatar-datarnya. Tangannya pegang HT, mulutnya ngasih instruksi padat ke teknisi lain. Tapi matanya... serius, tajam, dan fokus penuh. "Itu masinisnya?" bisik wanita itu ke kameramennya. "Iya, katanya dia yang sempat tarik rem darurat." Ia mengerutkan dahi. "Mukanya... ketus amat ya. Gak ada ramah-ramahnya." Biasanya kalau ketemu petugas di lapangan, mereka nyapa balik. Tapi yang satu ini? Ngelirik pun enggak. Dia jalan melewati wanita itu begitu aja. Nggak senyum, nggak angguk, cuma jalan. Dan entah kenapa, justru itu yang bikin wanita itu berhenti sejenak. Karena di balik wajah lempeng itu... ada sesuatu yang menarik. Serius. Tanggung jawab. Dan jujur. Dia nanya ke petugas, "Masinis itu siapa namanya?" "Vikram." Ia nyimak. Lalu, pelan-pelan dia buka notes kecilnya. Di halaman paling belakang, dia tulis satu nama. "Vikram - masinis lempeng, bukan kandidat jodoh settingan." Dua jiwa berjalan di lintasan yang tak pernah bersinggungan. Yang satu tumbuh dalam sorotan cahaya, bicara untuk dunia, suaranya tajam menembus layar. Yang satu lagi, hidup dalam diam dan deru mesin, menyusuri rel panjang dengan mata yang selalu awas. Dunia mereka tak sejajar- satu di menara kaca, satu di rel tanah. Tapi semesta tak peduli garis keturunan, kasta, atau nama belakang. Yang dia lihat bukan gelar, tapi keberanian. Yang dia cari bukan kemewahan, tapi kejujuran. Namun, tak semua yang saling jatuh bisa saling jatuh ke pelukan. Ini kisah dua manusia yang terlalu dalam mencintai, di dunia yang terlalu sempit untuk menampung mereka. #1 in romance #1 in culture class

More details
WpActionLinkContent Guidelines