Story cover for Choose by jjenneee
Choose
  • WpView
    MGA BUMASA 1,845
  • WpVote
    Mga Boto 148
  • WpPart
    Mga Parte 2
  • WpView
    MGA BUMASA 1,845
  • WpVote
    Mga Boto 148
  • WpPart
    Mga Parte 2
Ongoing, Unang na-publish Jan 02, 2021
Mature
Shakila pikir, setelah bertahun-tahun tak berjumpa dengan Rehan ia akan melupakan perasaannya pada laki-laki itu. Praduga nya salah, debaran aneh itu masih terasa saat pria pendiam itu menatapnya. 

"Kamu masih sama, tetap cantik seperti dulu." 

"Gak ada yang berubah, termasuk perasaanku." 

***

Cerita ringan konflik, hanya berisi kehidupan sehari-hari antara Rehan dan Shakila.
All Rights Reserved
Sign up to add Choose to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
in verso aeternaria ni rayaleeu
41 parte Kumpleto Mature
Langit kelabu. Sirine meraung. Rel kereta masih bergetar sisa kepanikan. Seorang wanita turun dari mobil kantor Metro 7 dengan rompi pers dan ID Card menggantung di leher. Kamera bergoyang, suara orang-orang bercampur dengan peluit petugas. Di tengah kekacauan... satu sosok berdiri tegak. Seorang pria dengan seragam masinis kusut, helm safety, dan wajah datar-sedatar-datarnya. Tangannya pegang HT, mulutnya ngasih instruksi padat ke teknisi lain. Tapi matanya... serius, tajam, dan fokus penuh. "Itu masinisnya?" bisik wanita itu ke kameramennya. "Iya, katanya dia yang sempat tarik rem darurat." Ia mengerutkan dahi. "Mukanya... ketus amat ya. Gak ada ramah-ramahnya." Biasanya kalau ketemu petugas di lapangan, mereka nyapa balik. Tapi yang satu ini? Ngelirik pun enggak. Dia jalan melewati wanita itu begitu aja. Nggak senyum, nggak angguk, cuma jalan. Dan entah kenapa, justru itu yang bikin wanita itu berhenti sejenak. Karena di balik wajah lempeng itu... ada sesuatu yang menarik. Serius. Tanggung jawab. Dan jujur. Dia nanya ke petugas, "Masinis itu siapa namanya?" "Vikram." Ia nyimak. Lalu, pelan-pelan dia buka notes kecilnya. Di halaman paling belakang, dia tulis satu nama. "Vikram - masinis lempeng, bukan kandidat jodoh settingan." Dua jiwa berjalan di lintasan yang tak pernah bersinggungan. Yang satu tumbuh dalam sorotan cahaya, bicara untuk dunia, suaranya tajam menembus layar. Yang satu lagi, hidup dalam diam dan deru mesin, menyusuri rel panjang dengan mata yang selalu awas. Dunia mereka tak sejajar- satu di menara kaca, satu di rel tanah. Tapi semesta tak peduli garis keturunan, kasta, atau nama belakang. Yang dia lihat bukan gelar, tapi keberanian. Yang dia cari bukan kemewahan, tapi kejujuran. Namun, tak semua yang saling jatuh bisa saling jatuh ke pelukan. Ini kisah dua manusia yang terlalu dalam mencintai, di dunia yang terlalu sempit untuk menampung mereka. #1 in romance #1 in culture class
Don't call it love! ni ArmayaA
29 mga parte Kumpleto
Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Save The Date! cover
in verso aeternaria cover
ARTAN  cover
Your Secret in Our Marriage (END) cover
Perihal Hati cover
Possessive Boss cover
Don't call it love! cover
SHADOW ( Selesai)  cover
Traces Of Marriage(END) cover

Save The Date!

24 mga parte Ongoing

"Kamu udah nikah?" "Hehe, belum." "Kenapa belum?" "Karna memang belum ketemu jodohnya. Kamu sendiri, udah nikah?" "Aku juga belum," "Kenapa? Belum ketemu jodohnya juga?" "Kan baru ketemu kamu hari ini." Setelah itu keduanya terdiam, membiarkan keheningan mendominasi keadaan yang tengah mereka rasakan.