Ibukota Petrikor

Ibukota Petrikor

  • WpView
    Leituras 491
  • WpVote
    Votos 48
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, ago 16, 2024
WpInfo
Poesia
Antologi puisi pertama dari Lanskap Mendung. Petrikor adalah aroma alami yang dihasilkan saat hujan jatuh di tanah kering. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, "petra" yang berarti batu, dan "ichor" yang berarti cairan yang mengalir di pembuluh para dewa dalam mitologi Yunani. Istilah ini dicetuskan tahun 1964 oleh dua peneliti CSIRO, Isabel Joy Bear dan Roderick G. Thomas untuk artikel dalam jurnal Nature. Dalam artikelnya, mereka menjelaskan bahwa bau tersebut berasal dari minyak yang dikeluarkan oleh tumbuhan tertentu saat cuaca kering, kemudian minyak tersebut diserap oleh tanahdan batuan yang terbentuk dari tanah liat. Ketika hujan turun, minyak tersebut dilepaskan ke udara bersama senyawa lain bernama geosmin, produk sampingan metabolisme aktinobakteri, yang dikeluarkan oleh tanah basah dan menghasilkan bau yang unik. Ozon bisa juga tercium jika ada petir. Di makalah lainnya, Bear dan Thomas (1965) menunjukkan bahwa minyak tersebut menangkal germinasi benih dan pertumbuhan dini tanaman. Hal ini mengindikasikan tanaman mengeluarkan minyak untuk melindungi benih tersebut dari germinasi saat ada tekanan. Pada tahun 2015, ilmuwan MIT menggunakan kamera berkecepatan-tinggi untuk merekam bagaimana bau bergerak ke udara. Pengujian tersebut mengikutkan sekitar 600 percobaan pada 28 permukaan yang berbeda, termasuk material yang direkayasa dan sampel-sampel tanah. Saat hujan jatuh ke permukaan berpori, udara dari dalam pori membentuk gelembung kecil yang mengambang ke permukaan dan menjadi aerosol. Aerosol tersebut membawa bau dan bakteri dan virus dari tanah. Tetes hujan yang bergerak dengan laju yang lambat cenderung menghasilkan aerosol lebih banyak; hal ini menjelaskan kenapa petrikor lebih umum ada pada saat rinai. Beberapa ilmuwan percaya bahwa manusia menyukai bau hujan karena nenek moyang mereka mungkin bergantung pada musim hujan untuk bertahan hidup.
Todos os Direitos Reservados
#12
pluviophile
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 41 HARI
  • JAM 3 SORE
  • [HS] Kembali Temu di Bawah Hujan (✔)
  • ꜱᴜɴʏɪ ☑️
  • Roommate With Benefits
  • Petrichor (COMPLETED)
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • Petrichor. [Park Sungjin] | Day6 AU✔
41 HARI

ִֶָ𓂃 ࣪ ִֶָ🐇 ft. 97L་༘࿐ [END] Perjalanan 13 mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 41 hari di sebuah desa terpencil. Awalnya, mereka hanyalah sekelompok orang asing yang dipersatukan oleh tugas kampus. Namun, semakin lama, rahasia-rahasia di antara mereka mulai terungkap. Mereka pun kaget dan baru mengetahui jika bahwa dua anggotanya, Kenzo dan Laras, ternyata sudah memiliki anak-ketika anak keduanya dibawa KKN oleh Jaluh yang merupakan anggota kelompok sekaligus sepupu Laras. "Jadinya itu yang dibawa Jaluh, adek or anak?" Kenzo dan Laras sendiri merupakan pasangan yang kontroversial di kampus, video tak senonoh mereka tersebar dipenjuru kampus, apalagi Kenzo merupakan anak Rektor. Jadinya kehadiran mereka memicu gosip di kelompok. "Cok beneran Ken sama Laras!" seru Kristof lumayan kencang. "Merinding anying." "Lumayan lama ya enam menit lewat empat detik." ujar Hardika. "Gede juga susunya disini bisa ngapit cacing alaskanya Ken." "Yang cewek pro banget anjay." © akseraaaa, 2024

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo