7200 DETIK
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
Noella Adalson, gadis remaja berusia 17 tahun blasteran Swiss dan Indonesia. Parasnya yang elok memberi kecemburuan sosial bagi sesama jenis dan kerap menjadi objek pembullyan karena parasnya yang dianggap berbeda dari lingkungannya. Apakah karena ia bukan hasil dari per kawinan pribumi asli maka ia layak mendapatkan pengasingan dari lingkungan sekolahnya? Apa yang salah dari cewe blasteran? kita semua sama-sama manusia ciptaan tuhan, makan nasi dan bisa baca tulis serta pakai bahasa Indonesia juga. Bentuk tubuh dan genetika tidak serta merta selalu dijadikan alibi dalam membuat perbedaan diantara kita yang menciptakan jarak satu sama lain. Mau original pribumi atau blasteran itu mempunyai hak yang sama yaitu dihargai dan berhak untuk bahagia. Takdir baik tidak selamanya ia dapat, kerikil-kerikil kecil kadang menjadi temannya dalam menuju kedewasaan. Sampai dia harus menemukan kehidupan yang baru dan lingkungan baru mengharuskan ia beradaptasi padahal ia benci dengan situasi ini . Hingga ia bertemu dengan sesosok manusia yang mampu dalam 7200 detik secara bersamaan memberikan cinta dan luka.
All Rights Reserved
#46
olahraga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MOMENT[On GOING]
  • I Need You (Revisi)
  • All Is Well
  • SKRIPSUIT  ✔
  • PRILLY & FLORA (Complete)
  • 1. ABOUT ME ✔️
  • Untitled || Kevin Sanjaya
  • ALTARSYA

[REVISI SETELAH SELESAI] "Move on" itu mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan jika luka yang ditinggalkan tidak pernah diberi penutup. ​Syifa pernah hancur karena Reno. Pria itu pergi tanpa kata maaf, meninggalkan trauma yang hampir merenggut hidup Syifa. Enam tahun kemudian, saat Syifa sudah berdiri di puncak kesuksesannya dan merasa sudah sembuh, Reno kembali muncul. ​Di antara rasa benci yang tersisa dan kerinduan yang tak sempat tuntas, Syifa bertanya-tanya: Apakah pertemuan ini adalah cara Tuhan menjawab doa masa lalunya, atau justru ujian baru yang menyamar sebagai kesempatan kedua?

More details
WpActionLinkContent Guidelines