Dua Sisi Koin yang Berpuisi

Dua Sisi Koin yang Berpuisi

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2021
Suratku menjadi usaha pertama untuk bisa menggapaimu. Surat berikutnya adalah jawaban jujurmu yang selalu tak pernah lupa untuk meremukkan hatiku. Surat kita, puisi kita, menyadarkanku tentang kisah yang hanya akan ada dalam khayalku. Kenyataan dari isi surat balasanmu keras menampar mimpiku untuk bangun dan menyadari, sikapku akhirnya menjadi anak panah yang melupakan arah dan kembali padaku. Benar, penyesalan selalu ada di akhir. [Hanya kisah biasa yang ditulis melalui puisi berbalasan].
All Rights Reserved
#69
surat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Rindu yang berjarak
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • RUMPANG RAMPUNG
  • You are in my past and my future [END]
  • DikaRanggi
  • Renjana
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Goresan Tinta

Aku, Felicya Anastasya. Gadis bodoh yang terjebak dengan perasaan ingin memiliki terhadap sahabatku sendiri. Tapi dia, dia mempunyai wanita yang sudah dari lama dia kagumi. Namun saat wanita itu mengkhianatinya, aku dengan gagah mengobati dan berjanji tidak akan pernah meninggalkannya, dan diapun demikian. Dia mulai menaruh perasaan padaku dan menyuruh ku melupakan komitmen dulu, untuk tidak terbawa perasaan. Namun, Dia mengkhianati ku saat diriku percaya, ia tidak akan pernah mengecewakanku. Tentu, dia adalah laki-laki brengsek yang Tuhan pertemukan padaku. ...... Saya, Hairez Alzam Ghaaziy. persis seperti dibilang oleh Felicya, ya saya laki-laki brengsek, laki-laki yang dengan gagah membuat sahabatku sendiri jatuh cinta sejatuh-jatuh nya terhadap saya. Saya mengkhianatinya disaat saya tahu dia begitu mencintai saya, saya lebih memilih gadis yang baru saya kenal dibanding dia yang sudah menemani saya ketika saya terpuruk. Saat dia menjauh sejauh-jauhnya terhadap saya, Tuhan malah mempertemukan kita kembali setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Saya ingin sekali menghampirinya, dan menyembuhkan rasa sakit dia yang belum sembuh hingga saat ini. Tapi bagaimana caranya? _Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan_ _13 Januari 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines