Novel Asih (Risa Saraswati)

Novel Asih (Risa Saraswati)

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 3, 2021
Namanya Kasih Kedua orangtuanya berharap dia akan tumbuh dewasa dengan hati yang kaya kasih sayang. Bisa saja awalnya begitu, sebelum dirinya menjadi sosok yang seolah tak punya hati. 'Kasih' menjadi nama yang terlalu indah untuk si wajah kaku tanpa senyuman itu. Wajah yang lebih baik tak usah tersenyum, ketimbang bermalam-malam dihantui oleh bayangan mengerikan. Entah sejak kapan panggilan 'Asih' tersemat pada dirinya. Saat kali pertama bertemu, aku mengira hanya aku yang dia temui dengan cara seperti itu. Namun, nyatanya tidak. Cerita demi cerita dari mulut orangtua dan saudara-saudaraku bergulir. Ternyata, jauh sebelum aku lahir, dia sudah sering mencoba mendatangi banyak manusia. Asih, datanglah... Kali ini, gerbang dialog kubuka lebar untukmu. Tapi ingat, aku tak berharap lebih dari sekadar bicara denganmu. Aku tak ingin menjadi teman baikmu. Biarkan aku menjadi jembatan antara pikiran mereka yang mencibir dengan kisah sesungguhnya....
All Rights Reserved
#53
gramedia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is It Home ?
  • KIARA [END]
  • Inikah Cinta?
  • ayah angkatku suamiku
  • Full Of Scratches
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓

[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.

More details
WpActionLinkContent Guidelines