Lisa & Waktu

Lisa & Waktu

  • WpView
    LECTURES 4,284
  • WpVote
    Votes 2,490
  • WpPart
    Chapitres 32
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., févr. 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana caranya menjadi sosok pencandu mu? Bagaimana caranya menjadi salah satu alasan kau tertawa? Bagaimana caranya menjadi obat lukamu? Bagaimana kalau semua yang diharapkan ternyata hanya rasa sakit yang tertanam? Apa hasilnya akan jauh lebih menyakitkan. Obsesi terbesarnya adalah mengejar sesuatu yang dari awal sudah menarik perhatiannya. Iya tidak akan menyerah untuk mendapatkan itu semua apapun rintangan dan hambatannya bahkan sekalipun tentang sebuah rasa. Semua akan terasa sia sia kalau semesta tidak memberi ijin untuk bersama? Bukannya begitu. Sayangnya dia melupakan waktu. Semua hal memiliki batas waktu. Lalu apakah iya bisa menerima semua kenyataan manis dan pahit ini? Seorang Lisa pecandu senja dan pecandu tawamu.
Tous Droits Réservés
#10
penatian
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • love and hate
  • TAK BERSAMBUT
  • Retak yang Dipeluk
  • Bayangan Yang Tak Pernah Pergi
  • Still Ours [Hiatus]
  • Usang Jadi Abu [TAMAT]
  • Luka Lalu (slow Update)
  • Senja dan Sejuta Janji [OPEN PO]
  • Promise
  • Waktu Kita (Kita Dan Waktu)
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • LUKA(KU)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Debur Ombak
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • My Ex

Mencintai sesuatu yang tidak bisa kita miliki merupakan tindakan menyakiti diri sendiri. Tetap merasa baik-baik saja, pada hal yang sebenarnya tidak demikian. Lusi wanita lugu yang mencintai dengan tulus, selalu saja menerima semua hal dengan lapang dada. Sekalipun sosok yang Ia sayangi menyakitinya, Ia masih memaafkan berkali-kali. Namun ada titik dimana Lusi sudah mulai lelah dan ingin merasa bahagia. Siapa sangka luka yang Ia lepaskan, membawanya pada seseorang penuh cinta dan kebahagiaan. Sayangnya, lagi-lagi Ia harus merasakan sakit. Akankah Lusi merasakan cinta sesungguhnya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu