Waiting
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 8, 2021
Ahmad Faizul Mu'minin. Pria berusia 22 tahun ini telah mencintai seorang wanita yang usianya jauh lebih muda darinya. Jarak antara usia mereka terpaut Lima tahun. Namun tanpa ia sadari wanita yang dicintainya tiba-tiba pergi. hatinya bimbang pertama wanita pertama yang ia cintai pergi meninggalkan nya Ibunya baru saja meninggal. tak lama kemudian wanita yang dicintai nya pun juga pergi.
All Rights Reserved
#982
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Maimunah
  • Antara Mimpi, Cinta, dan Harapan (SELESAI)
  • Ananta&Dunianya[✓]
  • PENANTIAN CINTA
  • The Boat of Blossoms
  • LOVE SPRINGS UNDER THE RAIN
  • Throwback Time [END]
  • DEA ✓ (WM) TERBIT
  • Bintang Untuk Nara

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines