BIMASENA JANGKARBUMI (ON GOING)

BIMASENA JANGKARBUMI (ON GOING)

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
ini bukan hanya ilusi yang ku rasakan apalagi sebatas hayalan karena terlalu sering berkhayal. ini lebih dari itu semua. kehadirannya yang tak sadar telah menghantuiku semenjak aku duduk di bangku smp. mengikuti kemanapun aku pergi, awalnya ku pikir itu hanya sekedar pikiran buruk ku saja. Dia hitam, semu, dan berbahaya. dia lebih dari penguntit. dia tak terlihat!!! baru ketika aku lulus bangku smp ku rasakan kehadirannya yang nyata. ______________ " aku dan dirimu adalah satu honey. Jadi sekeras apapun kau menyingkirkan ku itu hal yang mustahil. Dengarkan ini baik-baik kau milikku kita hidup dalam wujud yang sama " BIMASENA JANGKARBUMI "Dia berbahaya untukku mahluk sialan!!!penguntit gila siapapun tolong singkirkan dia!!" ZOVA SAJANGGA
All Rights Reserved
#12
hayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Story In July [End] ✔
  • Strong Girl Michella (END)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • ZOYA (Sujud Terakhir) [End]
  • Your Choice (REPOST)
  • GRIZLEN {On Going}
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines