BIMASENA JANGKARBUMI (ON GOING)

BIMASENA JANGKARBUMI (ON GOING)

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 18, 2021
ini bukan hanya ilusi yang ku rasakan apalagi sebatas hayalan karena terlalu sering berkhayal. ini lebih dari itu semua. kehadirannya yang tak sadar telah menghantuiku semenjak aku duduk di bangku smp. mengikuti kemanapun aku pergi, awalnya ku pikir itu hanya sekedar pikiran buruk ku saja. Dia hitam, semu, dan berbahaya. dia lebih dari penguntit. dia tak terlihat!!! baru ketika aku lulus bangku smp ku rasakan kehadirannya yang nyata. ______________ " aku dan dirimu adalah satu honey. Jadi sekeras apapun kau menyingkirkan ku itu hal yang mustahil. Dengarkan ini baik-baik kau milikku kita hidup dalam wujud yang sama " BIMASENA JANGKARBUMI "Dia berbahaya untukku mahluk sialan!!!penguntit gila siapapun tolong singkirkan dia!!" ZOVA SAJANGGA
All Rights Reserved
#38
penguntit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • TRANSMIGRASI GADIS BUTA
  • ZOYA (Sujud Terakhir) [End]
  • When Two Hearts Collide
  •  HAZELA
  • Strong Girl Michella (END)
  • ZANNETA

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines