Jejak-Jejak Perjalanan

Jejak-Jejak Perjalanan

  • WpView
    Membaca 2,308
  • WpVote
    Vote 227
  • WpPart
    Bab 94
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 3, 2023
Jejak-Jejak Perjalanan (Kumpulan Sajak dan Puisi) __________________________________________________ Hanya sekelumit sajak yang selama ini bersembunyi dalam keheningan. Sel-sel otak merawatnya penuh kehati-hatian, waktu yang tepat telah menyusun kalimat demi kalimat membentuk bait dan rima. Melahirkan sajak yang hari demi hari semakin berkembang biak. Yang dahulu tersimpan di dasar palung hati, kini dipertemukan dengan tinta-tinta media. Tumpah di atas kertas virtual, menjelma bagian demi bagian dalam judul demi judul. Kepada sajak yang kini bebas, terbanglah, tak usah kembali! _____________________________________________ 📔Jejak-Jejak Perjalanan 🖊️ ©Riz-Q Saberka
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#234
lara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • WITH YOU | END
  • Alam Berkisah
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • TENTANG RASA
  • Aksara Tak Bertuan
  • Faraday's Cage
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • {PERKATA} Selesai
  • BAPER {SELESAI}
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • KIARA [End]
  • Luka Lara Luna || END

Dalam pusaran semesta, Naray ńa Ascella dihadapkan pada sosok laki-laki yang hadir bak angan tentang malaikat berwujud fana. Dalam keheningan dunia yang meredup, ia muncul menjadi penawar, menjadi rumah di saat semua pintu tertutup rapat. Lelaki itu membimbing Rayna menelusuri liku-liku, menuju bahagia untuk dijamah. Ia menyulam keberadaan menjadi jalan setapak yang memimpin Rayna pada lentera, pada pengharapan yang terselip di ruam-ruam gelap. Namun Rayna sadar, tiada sesuatu yang abadi. Karenanya ia tak berhenti memohon agar semesta mengulur waktu, memberi ruang bagi mereka merajut kisah yang tertunda. Rayna ingin menyambut senja, menjahit puisi-puisi rindu, dan menyusun seluruhnya untuk pria yang menyandang pusat semestanya.. El Léor Arnawama Auriga. ___________________ Hanya sebatas kisah ilusi, Terimakasih telah menikmati... ___________________ 🏆rank 1 in #sanskerta 1 in #antologi 1 in #bait 1 in #usai 1 in #prosa

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan