Jejak-Jejak Perjalanan

Jejak-Jejak Perjalanan

  • WpView
    Reads 2,399
  • WpVote
    Votes 227
  • WpPart
    Parts 94
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 3, 2023
WpInfo
Poetry
Jejak-Jejak Perjalanan (Kumpulan Sajak dan Puisi) __________________________________________________ Hanya sekelumit sajak yang selama ini bersembunyi dalam keheningan. Sel-sel otak merawatnya penuh kehati-hatian, waktu yang tepat telah menyusun kalimat demi kalimat membentuk bait dan rima. Melahirkan sajak yang hari demi hari semakin berkembang biak. Yang dahulu tersimpan di dasar palung hati, kini dipertemukan dengan tinta-tinta media. Tumpah di atas kertas virtual, menjelma bagian demi bagian dalam judul demi judul. Kepada sajak yang kini bebas, terbanglah, tak usah kembali! _____________________________________________ 📔Jejak-Jejak Perjalanan 🖊️ ©Riz-Q Saberka
All Rights Reserved
#790
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • KIARA [End]
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Alam Berkisah
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Faraday's Cage

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines