Story cover for Adyanata by Diary_Tara
Adyanata
  • WpView
    LECTURI 205
  • WpVote
    Voturi 70
  • WpPart
    Capitole 4
  • WpView
    LECTURI 205
  • WpVote
    Voturi 70
  • WpPart
    Capitole 4
În curs de desfăşurare, Prima publicare ian 04, 2021
"Tugasku disini hanya untuk menyampaikan dan mengakhiri."
-Adyanata

Sebuah kisah yang berawal ketika masa putih abu-abu. Ketika dua insan yang saling menyukai, tetapi tidak bisa bersatu. Ketika satu insan memulai untuk berjuang, tetapi ia tak pernah bisa sampai pada kemenangan. Karena terkalahkan oleh takdir yang memaksanya untuk berhenti di tengah perjuangannya.

Catatan: Sudut pandang orang pertama.
Toate drepturile rezervate
Înscrieți-vă pentru a adăuga Adyanata la biblioteca dvs. și primiți actualizări
sau
#32peka
Linii directoare referitoare la conținut
S-ar putea să-ți placă și
Vericha Aflyn ✔️ de Icacty_
58 capitole Complet
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
S-ar putea să-ți placă și
Slide 1 of 10
Wounds  [On Going] cover
Bukan Kita D.A.N cover
KHALILA AND OTHERS cover
Vericha Aflyn ✔️ cover
Favorite Wound cover
MY CRUSH cover
REGA cover
Juan [REVISI] cover
TENTANG SETELAHNYA (COMPLETE) cover
Menyerah atau Bertahan? cover

Wounds [On Going]

12 de capitole Complet Pentru adulți

Bahkan sampai saat ini kata "berhenti" tidak pernah terlintas sedikitpun didalam pikirannya. Memaafkan memang hal yang mudah,namun luka itu pasti akan tetap ada. Baginya dunia adalah tempat untuk mengetahui isi pikiran manusia dan jika sudah tiba waktunya,barulah kehidupan sesungguhnya dimulai. "Kalo dia selalu ada,kenapa kamu minta untuk sedia?Kalo hadirnya nyata,lantas kamu sebut aku apa?Fana?" - Ara "Benar,tidak semua cerita meninggalkan luka,namun disemua cerita pasti menimbulkan duka" - Bagas