Sangkara

Sangkara

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 31, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Jenaka,kamu bilang hidup bukan perihal mencintai tetapi dicintai juga boleh. Naka,boleh kok. Daripada kamu yang harus memberikan seluruh duniamu kepadaku,akan seribu lebih baik jika aku yang memberikan seluruh duniaku kepadamu. Karena...kamu lebih membutuhkan dunia orang-orang didekatmu. Jenaka,saat ini..tidak ada yang lebih baik untukmu selain kematian. Sekarang makna hidup tersirat luka,mataku terpejam lalu menangis. Ada lara yang dibalut duka dan kamu mulai meredup dalam terang. Sangkara...aku merindu tanpamu meski percaya dalam gelapku tak sendirian. Kamu tetap disini Sangkara,sang pujaan hati.
All Rights Reserved
#7
gentala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • GEMINTANG HATIKU
  • AKHIR SEBUAH PENANTIAN
  • Raga Kecil
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines