20:20
  • WpView
    Reads 1,007
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 22, 2021
Tahun baru, mimpi baru, kebahagiaan baru. Setidaknya itulah gambaran Re akan tahun kembar yang kedatangannya disambut dengan tarian kembang api pada langit malam. Re telah menyusun banyak ekspektasi baik, yang ia harap akan terwujud begitu masa revolusi bumi yang baru dimulai. Cita-cita masa kecilnya. Harapan kedua orang tuanya. Hubungan umur jagungnya. Semua hal yang telah datang dan singgah pada hidup Re, diharap akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tapi semesta membawa raib pohon intensi yang sudah Re tanam sejak lama. Tepat di bulan ketiga, seluruh mimpi buruk yang tidak direncanakan mulai berdatangan; Ketika seluruh penduduk bumi menutup pintu rumahnya rapat-rapat. Ketika banyak insan gugur secara perlahan. Ketika ibukota nampak seperti tanah tak bertuan. Ketika seluruh cita-cita yang hampir teraih berubah menjadi angan. Ini tentang kegagalan, keputusasaan, dan yang terakhir: bertahan. Copyright 2021 by losinangeles.
All Rights Reserved
#878
karina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua cangkir satu Meja
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Twelve Months ; Jeno Ryujin ✓
  • Daycare Love | JenoRenjun✔️
  • 𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 ✔ [𝗣𝗿𝗼𝘀𝗲𝘀 𝗥𝗲𝘃𝗶𝘀𝗶]
  • He's Mine | Haechan ✔️
  • [1] Noona - Lee Jeno [END]
  • Jangan Pergi  | NCT 127, NCT DREAM ,WAYV ✔️[END]
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Sweet Night

Dua cangkir di satu meja. Salah satunya kopi hitam yang mulai dingin, satunya lagi teh hangat yang baru diseduh. Sama seperti mereka-dua orang yang dulu satu keluarga, kini seperti orang asing di bawah atap yang sama. Dewa sudah terbiasa hidup sendiri. Ia bisa makan mi instan kapan saja tanpa ada yang mengomentari. Bisa pulang larut tanpa ada yang menunggu. Bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa harus menjelaskan apa pun kepada siapa pun. Lalu datang ayahnya, yang entah sejak kapan mulai mengatur ulang dunianya. Mengajaknya makan bersama, menyeduhkan teh di pagi hari, bahkan diam-diam mengganti mi instan dengan sesuatu yang lebih bergizi. Dewa tidak mengerti-apa yang sebenarnya diinginkan ayahnya? Kenapa setelah tujuh tahun pergi, kini ia kembali dan bertingkah seolah-olah segalanya masih bisa diperbaiki? Di sisi lain, ada Nira, seseorang yang selalu ada untuknya. Tapi kini, ia merasa semakin jauh. Hubungan yang dulu terasa nyaman perlahan berubah menjadi sesuatu yang penuh pertanyaan. Di antara meja makan yang dulu selalu sepi, dua cangkir yang tak pernah sama, dan sepiring mi instan yang akhirnya tak lagi dimakan sendirian, Dewa harus menghadapi sesuatu yang selama ini selalu ia hindari: apa arti pulang yang sebenarnya? Slow fic Sudah selesai ditulis sampai ending, sudah dipublikasikan pula semuanya. Sebab, aku tidak suka menunggu. Jadi, aku tidak akan membuatmu menunggu. 48 bab secara total. Bacalah jika menurutmu layak dibaca, tinggalkan jika menurutmu membosankan. Terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga. by Tigajully 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines