Hallo,Mantan!

Hallo,Mantan!

  • WpView
    Leituras 171
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadConcluída seg, mar 15, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
Indira Zhafira , Gadis remaja Galak Plus jutek , kembali mengejar Abian Syahreza , mantan pacarnya . Kata-kata pedas yang dilontarkan Bian,tidak pernah membuatnya menyerah untuk mendapatkan cintanya kembali. "Maksud lo apa deketin Bian? Lo tahukan kalo Bian itu udah balikan sama gue?jadi lebih baik lo jauhin Bian!"Sarkas Indi kepada siswi itu Bian sudah muak dengan tingkah Indi yang sok berkuasa disekolah "Lo apa-apaan sih? Gausah ngaku-ngaku,kita ngga pernah balikan ,dan perlu lo ingat kita hanya sebatas mantan!"Gertaknya Belum sempat Indi berbicara Bian kembali mengeluarkan suara "Lagian didunia Ini cowok bukan gue doang kan ? Masih ada cowok lain yang lebih segalanya dari gue lo bisa cari!" "Oh atau jangan-jangan ngga ada yang mau sama cewek biang onar kaya elu?" ucapnya diakhiri kekehan
Todos os Direitos Reservados
#688
anaksma
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't Talk About Money
  • Love & Enemy
  • ALRIN
  • ANELKA CALVARY
  • THE CLIMB [Completed]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Arsyilazka
  • LOVE WILL FIND A WAY
  • EPIPHANY
  • LDR

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo