MORA
  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 3, 2021
Brent Moreo Alexandro, seorang anak pemilik apartemen bernama Moreo's apartment memilih menjadi seorang barista di kafe milik kakaknya Hiro, Hiro adalah sahabatnya sejak SMP. Hiro, Moreo, Aulia, Desmon, Rival dan Harris, mereka adalah 6 sejoli. Persahabatan di geng mereka hanya sampai 6 saja. Dipanggil Moreo. anaknya petakilan, usil, childish, tempramental dan sadistik. Dipertemukan dengan seorang wanita bernama Elzahra Magdalena Sipahutar. Dipanggil Zara. Anaknya sangat menjaga nama baik, periang yang menurut Moreo sangat agresif padahal dia hanya berekspresi saja karena anaknya memang ekspresif. Mengutarakan ekspresinya ketika melihat sesuatu yang menurutnya mantap termasuk melihat Moreo. Moreo ialah anak pertama dari 4 bersaudara Zara ialah anak bungsu dari 3 bersaudara. Pertemuan pertama sih jaim banget Pertemuan kedua, malah ribut gimana pertemuan selanjutnya? bisa-bisa fall in love each other. Hayoo, mungkin aja begitu. Baca dan pantengin terus....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)
  • ATHABEL (ON GOING )
  • DIFFERENT TWINS (END)
  • BEYOND THE GLASS WALLS
  • Com(e)fortable [END]
  • ATMOSFER [END]
  • Shadow of the unseen (Moqeel - Mohan Aqeela)
  • Dua Puluh Menit [END]
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Zio & Qilla ( Revisi )

Luka di hatinya masih terasa segar setelah kegagalan pernikahan enam bulan lalu. Michelle, bersumpah untuk tidak lagi mempercayai cinta atau menjalin hubungan baru. Kegagalan tersebut mengarahkannya untuk fokus pada dirinya sendiri, melarikan diri ke negeri para penyair dan pemikir, berusaha menyembuhkan luka setelah mendapati bahwa tunangannya, yang meninggalkannya di hari pernikahan, menikah dengan sahabat kecilnya. Kehidupan yang memberinya kebebasan di negeri para penyair itu terganggu ketika orang tuanya memintanya pulang dengan alasan klasik, yang ternyata hanya bertujuan untuk memperkenalkan seorang pria baru yang mereka anggap cocok untuknya. Tetapi, alasan yang dianggapnya klasik itu justru menjadi titik awal pernikahan yang nyata, menjadikannya istri dari seorang pria yang sama sekali tidak pernah mendengar tentang dirinya. Namun, Omar Zaid Al Basyir, dengan sikap tenang dan pembawaan lembut, menawarkan sesuatu yang berbeda. Tidak ada paksaan, melainkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk saling mengenal lebih dalam, membangun fondasi hubungan berdasarkan iman. Tetapi, Michelle dihadapkan pada ketakutan akan kegagalan dan ketidakpercayaan terhadap pernikahan. Perbedaan karakter, tekanan dari keluarga, dan gaya hidup yang saling bertolak belakang semakin memperumit situasi yang dihadapinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines