Loving You, Hopelessly

Loving You, Hopelessly

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 22, 2021
Zevanya Anggraini telah mencinta dalam diam selama delapan tahun. Pertemanannya dengan Owen, yang sudah ia kenal selama lebih dari sebelas tahun, merenggang karena pertunangan Owen dengan Sheila. Untuk meredam patah hati akibat rasa cinta yang tidak berani ia sampaikan, Zeva memutuskan untuk melanjutkan studi S2 di Heidelberg, Jerman. Jauh dari keluarga dan teman-temannya, terutama Owen. Zeva ingin menata hatinya. Disaat Zeva sudah berhasil menata hidup barunya, tiba-tiba Owen datang kembali dengan status pertunangannya yang batal. Akankah nostalgia mampu meruntuhkan usaha Zeva untuk menata hatinya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile
  • Choice (END)
  • DEAR SOPHIA
  • Love Story Of Anna
  • A Symphony Of Broken Dreams
  • Argumentasi Dimensi [Completed]
  • A promise in Munich
  • Oon in Action

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines