Gadis berkerudung Ungu

Gadis berkerudung Ungu

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 22, 2023
Gadis pendiam dengan pakaian serba ungu duduk sendiri di atas batu dengan sawah sebagai latar pemandangan, sebagian orang mungkin akan menganggap itu adalah hal magis. Tapi tidak bagi ikhsan, pemuda kota yang di paksa untuk tinggal di pedesaan Karna terlalu nyaman akan hingar bingar dunia. Perjumpaan tak sengaja mengantarkan sebuah rasa bernama cinta. Bisakah seorang Ikhsan Endra Abisatya menggapai cintanya kepada gadis yang bahkan ia tak mengenal seluk beluk bahkan hanya sebuah nama?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • Dalam Diam
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Time's Drift
  • Luka Cinta di Tanah Daeng [END]
  • AKSARA R. A
  • Nadira Rachelia
  • Poison Of Love
  • semua punya luka

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines