Time Zone Of Love

Time Zone Of Love

  • WpView
    LETTURE 15
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, apr 12, 2021
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Cinta dalam zona waktu. Timezone! Semua terjadi dengan tak terduga dan bukan direncanakan. "Sial! Siapa yang ngambil snack gue!" teriak Gama. Orang-orang yang ada di supermarket, heran menatap Gama. "Eh! Ini snack lo, sory gue sengaja ngambil. Males cari soalnya," jawab Caca melanjutkan makan snacknya. Gama marah, dan saat marah yang ada disekitar nya akan dapat masalah. Akankah Caca diberi masalah sama Gama karena berani mengusik dirinya. ~~~~~~~~ "Lo udah berani gangguin gue, sekarang gue bakal kasih hadiah karena keberanian lo," bisik Gama kepada Caca. "Maksud lo!" balas Caca berani. "Ini bukan hal yang sulit kok, siapin diri lo aja. Karena abis ini kita bakal sering ketemu," ucap Gama dan setelah itu pergi.
Tutti i diritti riservati
#89
perselisihan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • How to Survive
  • CLBK (Cisah Lama Belum Kelar)
  • DEAR US (SELESAI)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • ALSTARAN [END]
  • ALNI
  • Because I'm Stupid (End)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Vericha Aflyn ✔️

Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti