Tujuh Sajadah Hijau

Tujuh Sajadah Hijau

  • WpView
    Reads 375
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 9, 2021
"Ini sajadah hasil dari usaha kita, sampai kita selesai pada tujuan masing-masing, tujuh sajadah di ruangan hijau ini gak boleh berkurang." Itulah perjanjian dari tujuh orang pemuda yang meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu ke ibu kota. Dengan satu tujuan dari berbagai cara mereka lakukan demi pendidikan yang lebih tinggi lagi. Berawal dari tak saling kenal-mengenal pertemuan dan waktu menjadikan mereka sahabat yang tak terpisahkan. Empat tahun di ibu kota mereka menuntut ilmu sambil membangun bisnis kecil-kecilan, menjadikan persahabatan mereka benar-benar lengket. Meski demikian perseteruan, perbedaan pendapat, arah pandang dan gaya hidup tak jarang menjadi kontraversi. Namun hal-hal demikian dapat segera di selesaikan karena selalu ada yang menjadi penengah. Hingga pada suatu hari persahabatan mereka berada di ujung tanduk hanya karena seorang gadis. Akankah Persahabatan mereka tetap utuh? Akankah tujuh sajadah akan tetap tergelar di ruangan hijau? Akankah ukuwah mereka tetap berjalan dengan baik? Kita tak tahu apa yang ada di hati dan pikiran seseorang, oleh karena itu hanya ucapan yang dapat kita genggam.
All Rights Reserved
#31
cintakarenaallah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Ketentuan dari-Nya
  • match with a lecturer?! || On Going
  • A&K [SELESAI]
  • 6 jiwa 1 ikatan
  • Mas Lauhul Mahfudz ku
  • gus dosen my husband
  • After Nine Years
  • LOVE THAT GROWS FROM FRIENDSHIP || {Jeongminji}

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines