Story cover for XINaina by sinspurnama_12
XINaina
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jan 06, 2021
"Enggak. Kamu percaya Nai kan?" Tanya gadis itu masih dengan isakannya.

"Gua gak nyangka sama kelakuan lu. Tampang lugu tapi hati busuk!" Tangkas pria itu.

Naina melongo tak percaya dengan apa yang telah pria itu katakan.

"Kamu," Ucap Naina terpotong.

" Percaya kan sama Nai? Percaya kan? Hiks" Lirih wanita itu sambil mendongkakan kepalanya.

"Apa yang harus Nai lakukan supaya kamu percaya sama Nai?" Tanya Naina lagi.

Pria itu tak bergeming. Dia tetap diam. Hatinya teriris, merasa sesak ketika melihat Naina menangis seperti itu. Dia langsung memalingkan mukanya kasar kemudian pergi tanpa melirik wanita itu lagi.

"A-aga," lirihnya pelan.

"Nai gak mungkin ngelakuin itu. Hiks," sambungnnya.

Ada binar di mata itu walau tampak sembab. Alunan irama masih terdengar karena isakan. Bibir merahnya kini semakin pucat saja. Badan kecil itu kini bergetar hebat. Kepalanya berdenyut, 

Apa yang harus ia lakukan kali ini?

Penasaran? Silahkan mampir untuk membaca cerita saya.

- Jangan lupa Vote and Comment🌹
- Happy Reading

#1 in xin (13-Maret-2021)
All Rights Reserved
Sign up to add XINaina to your library and receive updates
or
#32sinta
Content Guidelines
You may also like
Zenna Story by Senaaraini
37 parts Ongoing
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
Felicity [On Going] by ayudiantta
12 parts Complete
BRAKK... "Aww..". Ringisnya. Naya yang belum sepenuhnya sadar berada di atas tubuh orang itu, hanya bisa meringis menahan sakit di dahinya karena terbentur dengan hidung orang yang di tindihnya itu. "Aduh, sakit banget dahi gue, lecet nih kayaknya". Adunya sembari mengusap keningnya yang memerah. "Tapi, kok gue jatuhnya nggak sakit ya". Setelah merasa jika dirinya menabrak seseorang tadi, refleks Naya membuka matanya dan pandangannya langsung bertubrukan dengan mata orang di bawanya, yang 'sialnya malah menatapnya nya dengan tatapan intens dan bibir yang menyunggingkan senyum tipis. Buru buru Naya bangkit dari atas tubuhnya, dan membatu sosok itu berdiri dari jatuhnya. "So-sorry El, g-gue nggak sengaja". Naya meruntuki dirinya yang ceroboh sampai sampai menabrak orang begini. _____________________ "Hm, liat gue". Ujar El dengan tatapan masih tertuju pada Naya. "Ha?". Naya mendongak menatap El, wajah tampannya seakan menghipnotis Naya saat ini. "Lo, cewek waktu itu kan?". Tunjuknya ke arah Naya dengan senyum yang masih tercetak di wajahnya. "I-iya". Ah mengapa Naya merasa dirinya gugup sekarang. El maju mendekatinya yang mengakibatkan Naya refleks memundurkan langkahnya. Mata El seakan menghipnotis Naya, sehingga Naya tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata tajam milik El. "Lo, ng-ngapain". Panik Naya saat tubuhnya terbentur dinding, dan tangan kekar El mengunci tubuhnya. "What it's your name', girl"?. Tanyanya dengan suara serak , yang sialnya' malah membuat jantung Naya kejang kejang. ______________________ _Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan kejadian. Itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan_ 💯 karangan sendiri!! _____________________ all picture inside © Pinterest
You may also like
Slide 1 of 10
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Arsyilazka cover
Zenna Story cover
Felicity [On Going] cover
LANGIT & BULAN  cover
Lolypop Boy🍭 ||Winwin (HIATUS Bentar) cover
Paradise cover
LOVE in SILENCE  cover
Love & Enemy cover

Diary Ayra: Cerita Cinta SMA

54 parts Complete

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.