Bagaimana Rasa Bahagia?

Bagaimana Rasa Bahagia?

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 1, 2021
(Dituliskan berdasarkan kisah nyata. Sang narasumber sudah memberikan izin untuk kisahnya ditulis). Namanya Andin, berusia enam belas tahun. Duduk di bangku kelas satu sekolah menengah atas. Suka pantai, suka seblak, dan suka membaca serta menulis. Andin dikenal dengan pribadi yang ramah, meskipun dengan wajah jutek yang dia punya. Dengan kata lain, sebenarnya Andin ramah hanya kepada orang yang sudah dia kenal atau sefrekuensi dengannya. Ketika dia resmi menjadi anak SMA saat itu lah kisahnya baru dimulai. Andin dituntut untuk dewasa sebelum waktunya. Dia sempat berpikir bahwa masa SMA nya akan bahagia seperti kisah-kisah novel dan film-film yang ia tonton. Tapi, ternyata dia baru sadar sebenarnya yang dia baca dan tonton bisa dibuat oleh manusia. Berbeda dengan kisahnya yang nyata ditulis oleh sang pencipta-Nya. Apa kalian siap untuk masuk ke dalam kehidupan Andin? Selamat membaca dan semoga suka dengan cerita ini 🤗 🐣.
All Rights Reserved
#920
semangat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Dewi Anindita
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • RadenRatih
  • Friendzone?
  • You Got It
  • Andin [ˢᵉ૧ᵘᵉˡ ᴳⁱˡᵈᵃ]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines