ENIGMA

ENIGMA

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 30, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
"Tetap jaga sopan santun dimanapun kalian berada" Bercerita tentang empat sekawan berumur 20 tahunan yang sangat senang membuat film dokumenter bergenre horor (Berikan nama dari keempat anak tersebut). Mereka sudah membuat berbagai film dokumenter horor dari tempat-tempat yang berbeda. Mereka berharap, suatu hari nanti ada seseorang yang menonton film dokumenter mereka dan bisa viral hingga ke pemerintah, agar tempat-tempat terbengkalai yang mereka buat untuk film dokumenter tersebut bisa direnovasi dan dapat dimanfaatkan kembali agar tidak terbengkalai begitu saja. Kali ini mereka berniat untuk berpetualang ke sebuah desa yang berada di tengah hutan yang sangat angker (berilah nama untuk tempat tersebut). Selama disana mereka mengalami hal-hal mistis, karena dari salah satu mereka telah melakukan hal-hal yang tidak senonoh (tidak menjaga sopan santunnya) hingga membuat "penduduk" disana marah hingga mereka mengalami suatu bencana. Penasaran dengan kisah selanjutnya? Yuk Langsung baca aja,jangan lupa comment, dan like nya untuk bantu support penulisnya!
All Rights Reserved
#21
berpetualang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • my world is a magical world
  • Mystro {On Going}
  • TAGIHAN PERJANJIAN LAMA - DESA HAWA TIIS || 97L
  • Petualangan di Hutan Misteri
  • [GPM : 1] BONEKA YANG HILANG! ✔
  • Teror di Balik Pepohonan
  • AKSARA LARA(END)

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines