Kau Saja

Kau Saja

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 23, 2021
Ini bukan tentang janji yang diingkari, bukan pula tentang hati yang telah mati, melainkan sebuah kisah manis yang disajikan dengan plot tragis. Shahira Az-Zahra, seorang perempuan biasa, serba biasa yang tidak ada kelebihan kecuali apa yang ada di pikiran. Pemikiran inilah yang membuat lelaki tampan tertarik padanya. "Nama aku Shahira, Kak, bukan Syafira." "Tapi, aku lebih suka memanggilmu Syafira karena itu cocok untukmu," balas lelaki tampan itu dengan senyum tulus. Shahira hanya terdiam. Dia tahu, sangat tahu dengan jelas arti dari Syafira itu. Dia hanya ... entahlah, tetapi hatinya merasa hangat. Menurut orang, mungkin dia memang sempurna secara fisik, tetapi tak ada yang tahu jika selama ini ia tersiksa secara batin. Tak ada seorang pun yang tahu perihal hati, kecuali ia dan Tuhannya sendiri. "Jika kau lelah dengan kehidupan, jadikan Allah tempat sandaran. Jika dukamu tengah merundung, ingat aku yang selalu mendukung." Membaca tulisan itu, membuat lengkungan sabit tercipta di bibir Shahira. Ia merasa senang. Dia selalu saja bisa membuatnya tersenyum kembali. Shahira pun menghapus segera menghapus embun di sudut matanya yang basah, mencoba menghilang resah dan gelisah karena jiwanya yang tengah gundah. Namun, semua itu berakhir sudah saat membaca quote yang terlampir dengan indah. Siapakah dia? Lantas kenapa Shahira begitu sedih? Apakah yang sebenarnya terjadi di kehidupannya? Penasaran yuk langsung baca aja!
All Rights Reserved
#222
project
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]
  • My Story With You
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • AZALEA
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Assalamualaikum Imamku
  • Promise

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines