Short Story

Short Story

  • WpView
    Reads 549
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 26, 2018
(Awalnya) isinya hanya tiga cerita pendek. Sengaja tidak kulanjutkan karena aku masih bimbang ingin meneruskannya atau tidak. Cerita ini sangat pendek di awal, lumayan panjang tetapi menggantung yang di tengah, dan sekedar curahan hati berbentuk kalimat-kalimat panjang di akhir. Masing-masing cerita tidak berhubungan. Setiap part merupakan bagian terpisah. Selamat menikmati jika kamu menyukainya. (Sekarang) kebimbangan itu masih ada, tapi sepertinya aku mulai mantap ingin memperbanyak kisah di 'buku' ini. Luapan kata-kata, puisi, ataupun cerpen yang akan aku tuangkan di sini, semua yang berasal dan merupakan buah dari keresahan hati dan pikiranku. Semoga kalian masih menyukainya ataupun sekedar menikmatinya sebagai hiburan. © COPYRIGHT 2015 by reviamallos
All Rights Reserved
#574
basketball
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Hujan kala Senja [ TAMAT ]
  • Pieces of Light
  • Selara; hidup terus berlanjut Bara
  • Sketcher's Secret
  • Simple Things About You
  • Edelweiss
  • Andai bisa
  • Ketua Kelas

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines