Nadi | Na Jaemin

Nadi | Na Jaemin

  • WpView
    Reads 47,241
  • WpVote
    Votes 10,487
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 4, 2022
"Di kehidupan berikutnya, aku ingin menjadi matahari." "Kenapa harus matahari? Kamu tahu, Na, matahari adalah satu-satunya hal yang akan selalu menjadi penyendiri," kata Naraya. Kini matanya mulai beralih pada langit, dan menerjang silaunya sinar Sang Rawi. "Matahari juga satu-satunya hal paling sombong di muka bumi. Karena, tak ada satu netra pun yang mampu menatapnya terang-terangan." Mendengar pengandaian Naraya, Nadi menarik napas panjang. "Matahari adalah lambang dari segala ketabahan. Ia menjadi penyendiri lantaran ia menerima hakikatnya. Karena ketika ia meminta teman, maka ia akan mematikan seluruh kehidupan. Matahari bukan sombong, Naraya. Matahari hanya malu. Sebab, meski ia bisa melihat segalanya dari atas sana, namun ia tidak bisa membantu orang-orang yang kesulitan di bawah sini." Naraya terpaku. "Kalau kamu menjadi matahari. Lantas aku menjadi apa?" "Menjadi perempuan yang suka menulis." "Perempuan yang menuliskan kalimat 'kau pernah sedekat nadi, sebelum akhirnya sejauh matahari' begitu kah, Na? Kalau memang begitu, aku tidak mau." Nadi menggeleng. "Terlalu serakah jika aku menginginkanmu sebagai teman hidupku. Sebab itu, aku ingin kamu menjadi perempuan yang menuliskan kisah Matahari Si Penyendiri di dalam buku. Dengan begitu, setidaknya, aku tetap hidup dalam tulisanmu." . . 𝘒𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯𝘬𝘶. 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘶, 𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘴𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘵𝘢, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘬𝘴𝘢. 𝘓𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢, 𝘕𝘢? ©Dyylaksara 2021 Revisi after end
All Rights Reserved
#89
terbitjaksamedia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMILA
  • ANASTASIA [COMPLETED]
  • Gue Santri [END]
  • When You Come
  • I Love You Ketos (END)
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Diaries Of The Elemental✓ (BoEl)
  • Hae, Senandika | Haechan ✓
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
AMILA

Selamat membaca cerita Gus Amir dan Ning Mila♥ Mila Arsyana Fahmi. Perempuan cantik dan manis yang baru berhijrah setelah meninggalnya sang ayah. Gadis yang menyetujui ajakan sang kakak tiri untuk tinggal di pesantren dan rela meninggalkan teman-teman serta kekasih nya. Hingga tiba di suatu hari, ketika teman dan mantan kekasih nya menghianati nya. Amir Mahendra Al-'arafi. Santriwan baru di pesantren Darrul Furqon. Seorang Qori' dan Vokalis terkenal yang mampu membuat kaum perempuan menjerit histeris ketika menatap wajah nya. Namun, ketika banyak gadis diluar sana yang lebih cantik dan sholihah, ia justru terpikat dengan gadis yang baru memulai hijrah nya dan bahkan belum melupakan lelaki masa lalu nya. **** "Tunggu Lima atau enam tahun lagi, Ning. Jika sang Robbul 'Izzati menghendaki, saya berjanji akan menjabat siapapun orang yang kamu jadikan wali." **** Langsung aja, yuk! Tambah ke library serta ke reading list kalian♥ Copyright©26 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines