FriendZone

FriendZone

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 12, 2022
Kisah cinta anak remaja yang belum paham betul apa itu cinta yang sebenarnya. Mereka fikir perhatiannya hanya karna pertemanan mereka yang sudah lama,ternyata jauh lebih dari apa yang mereka fikirkan. "Ra gue gak suka ya lo deket sama dia!"ucap Arga sedikit membentak. "Gue gak deket sama dia"balas Aura dengan malas. "Gak deket apanya? Trus apaan tadi lo diantar pulang? Mana duduknya mepet lagi,gue kasih tau bunda lo ya,udah berani pacaran! Ingat kata bunda,lo itu harus sekolah dulu yang pinter,baru itu humm" Aura menutup mulut Arga dengan tangannya,lelah mendengar ocehan sahabatnya itu. "Udah dulu ya Ga,gue capek,pengen istirahat. Nanti ngomel nya kalo gue udah punya cukup tenaga buat dengerin. Oke? Bye". Ucap Aura mengakhiri omelan sahabatnya tersebut.
All Rights Reserved
#394
anakremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost Us
  • He is not My Best Friend (End)
  • Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI]
  • Friendzone
  • Ara & Ari √
  • Aderaga [ON GOING]
  • Friendzone My Love
  • Perhatian Yang Menumbuhkan Cinta

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines