Different Boy | - Huang Renjun

Different Boy | - Huang Renjun

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 14, 2022
Rasanya hampa. Aku seperti kehilanganmu secara nyata. Tak lagi ku temukan kamu disisiku, di mimpiku, bahkan anganku. Begitu besar keinginanmu untuk menghilang dariku? Hingga tak ada sedikitpun yang tersisa apapun darimu. Tawa mu, senyummu, tangismu, sudah tak lagi ada. Dengan bodohnya aku terus mengharapkanmu tanpa henti. Mencoba menemukan mu sekali lagi. Namun, entah mengapa jiwa lain ku berkata. "Apa kau tak lelah memaksakan dia bersamamu? Bahkan ia telah menemukan bahagianya yang lebih nyata. Mampukah kamu sekedar menunggu?" Aku hancur untuk kesekian kalinya seketika itu juga aku kehilangan kamu dan juga kehilangan diriku. Tidak ada orang yang tidak pernah terluka. Semua pasti merasakan jadi jangan anggap dirimu paling menderita hidup di dunia. Bahagialah sesakit apapun lukamu, yakin jika tak ada orang lain yang menyembuhkan maka sembuhkan sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unraveled
  • When this rain stops || NCT dream x 127 [END]
  • Bertemu Lagi Nanti (Nct Dream)
  • NOMIN-MARKHYUCK | Est-ce que t m'aimes ?
  • I Hope You Hear Me ¦ Jisung NCT[✔]
  • Dive Into You (REVISI)
  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • 99,9% | Haechan-Jaemin
  • Aku, Desa. [TAMAT]
Unraveled

"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."

More details
WpActionLinkContent Guidelines