Hanahaki

Hanahaki

  • WpView
    LECTURES 43
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadTerminé dim., sept. 15, 2024
Apakah kalian pernah mendengar penyakit Hanahaki? Kalau tidak biar ku jelasakan, penyakit Hanahaki adalah penyakit dari cinta sepihak, di mana pasien batuk, merasa sesak, dan memuntahkan kelopak bunga saat mereka menderita cinta sepihak ini. Janji yang tidak di tepati, kejadian miris yang membuat semuanya hancur, tapi segala sesuatu yang terjadi tentunya ada alasan di balik hal itu. Flora Vesela Pavletić, perempuan sederhana, merupakan Lady yang terkenal baik hati dan cantik, Viscountess dengan mata indah yang diincar tetapi tidak berani didekati karena ia berteman dengan anak tunggal dari keluarga Duke Bennett, keluarga bangsawan terpandang dan tertinggi. Sejak mata Flora bertemu dengan anak pertama Duke Bennet, semuanya berubah, kehidupan gadis itu berubah.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Love Is You (Tamat)
  • White Daisy || Hanahaki Disease [Akaashi Keiji ver]
  • The Kwons: Life, Love, And Ghosts
  • LILY LEMBAH| HYUCKREN AU | DONGREN AU
  • Duke Yang Dingin Jatuh Cinta Pada Seorang Pelayan. [END]
  • Chloe (The Antagonist Princess)
  • The Shadow of Black Rose
  • Villainess Illusion
  • Hanahaki Disease {•ZNSS•}

Gadis pertama berdiri tegang melihat gadis kedua terduduk lemah di atas kursi roda. Wajah gadis kedua pucat. Ada kesakitan yang merayap di wajah gadis itu. Namun dia berusaha menyembunyikannya dengan memalingkan wajah. Gadis pertama masih shock sejak di IGD tadi dokter jaga menjelaskan bahwa kandungan gadis kedua tidak bisa dipertahankan lagi akibat perdarahan yang dialaminya. Gadis kedua hamil? Gadis kedua mengandung sebuah janin? Siapa... siapa yang melakukannya? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di kepala gadis pertama. Semua kebingungan dan kepanikan bercampur menjadi satu. Tidak tahu harus berkata apa. Tidak mengerti harus bertanya apa. Dia hanya diam membeku seperti orang bodoh. Tapi tatkala melihat raut wajah gadis kedua, gadis pertama tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Apalagi ketika melihat gadis kedua menekuk perutnya karena sakit saat diminta berbaring di sebuah ranjang ginekologi, gadis pertama merasa iba. Belum hilang kebingungan mereka, pertanyaan seorang perawat malah membuat keadaan semakin menegangkan. "Di mana suaminya?" tanya perawat itu dengan suara datar. Sepertinya perawat itu sudah bisa mengira apa yang terjadi ketika ada seorang pasien yang datang bersama teman-temannya. Bukan keluarganya. Gadis pertama memandang gadis ketiga yang sedang berdiri di sudut ruangan. Gadis ketiga pun terdiam membeku tidak menjawab sepatah kata pun. Tapi matanya meredup lalu menundukkan kepalanya. Siapa suami gadis kedua? Menikah pun dia belum! Lalu sebuah suara lelaki menyentakkan mereka. Spontan mereka menoleh dan terkaget-kaget melihat siapa lelaki itu. "Saya suaminya." Bersamaan gadis pertama dan gadis ketiga melihat gadis kedua dengan ketegangan yang memuncak. Seolah menanyakan kebenaran jawaban lelaki itu. Tapi sayangnya gadis kedua memilih untuk berpaling. Lalu setetes air mata membasahi pipi gadis kedua. Melihat air mata itu, gadis pertama tidak perlu lagi bertanya. Dia sudah mengerti semuanya. Lalu tiba-tiba hatinya terasa sakit. Amat sakit.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu