We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Never Regret

Never Regret

  • WpView
    Reads 1,257
  • WpVote
    Votes 844
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang anggota agen rahasia menuntunku yang masih menggunakan kursi roda ke ruangan kosong dengan empat cctv dan alat penyadap suara yang terang terangan mereka taruh diatas meja. Ayah terduduk disalah satu kursi yang sudah mereka siapkan. Ku lihat banyak memar di wajah ayah dan tangannya yang terborgol. Saat aku masuk ke dalam ruangan itu, ayah langsung memalingkan wajahnya. "Harusnya ayah mendapatkan uang yang lebih banyak. Mengapa ayah hanya meminta 1 miliar? Sungguh ayah, hargaku lebih dari itu!" Entah mengapa kata kata itu yang keluar dari mulutku disaat banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya. 09-01-21 180121 #2 in agenrahasia
All Rights Reserved
#297
perundungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Prolog✓
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • I Have a Crush On You
  • Journey of Raena (End)
  • Forbidden Love
  • Empress Love
  • Derana Duka (lengkap)
  • A Hundred Days Closer [On Going]

[CERITA LENGKAP] Ini akan menjadi sangat menyenangkan! Bagaimana mungkin?! Tidak ada angin, tidak ada hujan, seorang perempuan yang ternyata adalah istri dari mantan suaminya, datang ke kantor Anggun, serta memintanya untuk menjadi pengacara di perceraian mereka. Anggun tertawa sinis menatap berkas perkara yang perempuan tadi ajukan. 'Sudah tidak ada kecocokan.' "Huh alasan klasik!" Rutuknya. Toh tidak ada pasangan yang cocok seratus persen bukan? Jadi pada intinya, tinggal bagaimana pasangan saling mempertahankan. Atau bisa jadi, sebenarnya sudah ada orang ke tiga. "Hha!" Lagi-lagi perempuan itu tertawa. "Ternyata, bajingan itu kembali memakan korban." "Dasar pengkhianat!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines