Never Regret

Never Regret

  • WpView
    Reads 1,256
  • WpVote
    Votes 844
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 7, 2021
Seorang anggota agen rahasia menuntunku yang masih menggunakan kursi roda ke ruangan kosong dengan empat cctv dan alat penyadap suara yang terang terangan mereka taruh diatas meja. Ayah terduduk disalah satu kursi yang sudah mereka siapkan. Ku lihat banyak memar di wajah ayah dan tangannya yang terborgol. Saat aku masuk ke dalam ruangan itu, ayah langsung memalingkan wajahnya. "Harusnya ayah mendapatkan uang yang lebih banyak. Mengapa ayah hanya meminta 1 miliar? Sungguh ayah, hargaku lebih dari itu!" Entah mengapa kata kata itu yang keluar dari mulutku disaat banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya. 09-01-21 180121 #2 in agenrahasia
All Rights Reserved
#180
perundungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prolog✓
  • Pengagum Rahasia
  • OOSHANKA
  • Do you love me???
  • Journey of Raena (End)
  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Derana Duka (lengkap)
  • Empress Love
Prolog✓

"Apa yang kau mau?" Tanyanya. "Tidak ada." Jawabku singkat. "Lalu kenapa seharian ini kau seperti berusaha mendekatiku?" Tanyanya dengan curiga. "Karena aku penasaran denganmu." "Bisakah kau tidak menggangguku dan membiarkanku menikmati ketenangan?" "Entahlah. Aku tidak tahu apa aku bisa mengendalikan diriku atau tidak." Jawabku jujur karena aku sangat-sangat ingin selalu bersamanya. Entah apa yang mempengaruhiku tapi sepertinya aku addicted dengannya. Aku ingin sekali memiliki seluruh bagian darinya, ini benar-benar membuatku gila! Saat ini saja aku menahan diriku untuk memeluknya. "Aku minta kau benar-benar menjauhiku!" Aku diam dan tidak menanggapinya. "Bisakah kau benar-benar menghindariku?" Serunya ketus. "Memang mengapa kau tidak mau aku dekati? Tidak mau punya teman? Tidak merasa kesepian?" "Bukan urusanmu!" "Tidak bisakah kau memiliki satu teman? Aku contohnya." ****************** Sebuah kejadian mengharuskan Andrea terbiasa dengan kurungan tembok tebal yang memisahkannya dengan dunia luar. Namun sebuah kesempatan datang membuatnya dapat merasakan dunia luar seperti kebanyakan gadis seusianya. Namun akankah kesempatan ini membuatnya menemukan tempat di luar sanah, tempat di mana seseorang dapat menerima keberadaannya. Terlebih bisakah dirinya menerima bahwa kondisinya yang berbeda semenjak kejadian itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines