Story cover for Never Regret  by piupiumici
Never Regret
  • WpView
    MGA BUMASA 1,246
  • WpVote
    Mga Boto 844
  • WpPart
    Mga Parte 13
  • WpView
    MGA BUMASA 1,246
  • WpVote
    Mga Boto 844
  • WpPart
    Mga Parte 13
Ongoing, Unang na-publish Jan 07, 2021
Seorang anggota agen rahasia menuntunku yang masih menggunakan kursi roda ke ruangan kosong dengan empat cctv dan alat penyadap suara yang terang terangan mereka taruh diatas meja. 

Ayah terduduk disalah satu kursi yang sudah mereka siapkan. Ku lihat banyak memar di wajah ayah dan tangannya yang terborgol. 

Saat aku masuk ke dalam ruangan itu, ayah langsung memalingkan wajahnya.

"Harusnya ayah mendapatkan uang yang lebih banyak. Mengapa ayah hanya meminta 1 miliar? Sungguh ayah, hargaku lebih dari itu!" 

Entah mengapa kata kata itu yang keluar dari mulutku disaat banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan padanya.



09-01-21


180121 #2 in agenrahasia
All Rights Reserved
Sign up to add Never Regret to your library and receive updates
o
#113agenrahasia
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Quant (On Going) cover
Love & Lost cover
Do you love me??? cover
I Have a Crush On You cover
A Hundred Days Closer [On Going] cover
Oddly Coupley (Complete) cover
Maaf, Aku Terlambat END✅ cover
Journey of Raena (End) cover
Pengagum Rahasia cover

Quant (On Going)

36 mga parte Ongoing

Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri... "Apa hakikat kebenaran, jika setiap sudut pandang melahirkan kenyataan yang berbeda?" Pernahkah kau bertanya... "Seperti apa rasanya menjadi lebih dari orang lain, ketika dunia sendiri tak mampu menanggung beban kekuatan itu?" Pernahkah kau bertanya... "Adakah cinta sejati di dunia ini, ataukah ia hanya ilusi yang bertahan sepanjang waktu?" Ketika batas antara sains dan takdir memudar, kami menemukan bahwa dunia yang kami kenal hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih besar - dan kami bukanlah sekadar anak-anak biasa. Di persimpangan waktu dan ruang, di mana kemungkinan bercabang tak terhingga, satu pertanyaan terakhir tersisa: Apakah manusia mengendalikan nasib, ataukah mereka hanya boneka dari hukum alam yang tak terjamah?