Suami Pilihan

Suami Pilihan

  • WpView
    LECTURES 1,841,471
  • WpVote
    Votes 166,936
  • WpPart
    Chapitres 56
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., oct. 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Faktanya, pria lebih menyukai kecantikan dibandingkan kebaikan hati wanita. Erika Syudar sudah mengalaminya sendiri. Terlahir dengan wajah pas-pasan membuatnya selalu gagal dalam percintaan. Terbukti sudah dua kali Erika ditinggal oleh calon suaminya, dan parahnya lagi kedua wanita yang merebut hati calon suaminya itu adalah sahabat baik dan juga saudara tirinya. Karena itu, pengalaman mengajarkan Erika untuk tidak terlalu berharap banyak kepada pria yang mendekatinya. Sampai seorang pria bernama Libra datang menawarkan pernikahan kepadanya. Pernikahan resmi, namun tersimpan banyak kepentingan di dalamnya. Lantas, masih adakah lagi kesempatan Erika untuk merasakan bahagia?
Tous Droits Réservés
#428
lawyer
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • ELEGI ASMARA
  • Z̶e̶l̶ian 3: Definisi Sempurna
  • Not A Surrogate Wife [COMPLETED]
  • 7th Anniversary
  • Komposisi Cinta (END)
  • Main cantik denganmu, Mas (END)
  • Sheila
  • USAI? (On Going)
  • Luka Hati Yumna (END)

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu