LDR~Love Different Relligion (Ending)

LDR~Love Different Relligion (Ending)

  • WpView
    Reads 467
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 1, 2023
Kita bukanlah Istiqlal dan Katedral. Yang berdiri berhadapan, dengan segala perbedaan, namun tak ada perasaan. Jika mereka bernyawa, kecil kemungkinan mereka tidak saling jatuh cinta. "Al, aku paham 5 tahun bukan waktu yang singkat. Tapi, memang segampang itu ya, kamu ngelupain semuanya?" "Kamu memang paham soal waktu, Ar. Tapi kamu ngga akan paham soal kita." "Kamu juga ngga ada niat bikin aku paham, kan?" "Ar... Kalau pun aku ngejelasin semuanya, kamu ngga akan bisa ngerti." "Terus, apa yang bisa aku ngerti?" "Kita beda, dan dari awal, harusnya kita ngga saling kenal. Just it." "Memang, se-ngga bisa itu ya, kita bareng? Sekalipun jadi teman?" "Iya, sekalipun jadi teman." (Karena aku tahu, seberapa lemah hatiku jika bersamamu). ~Navlyana Kalya Hafizha ~Giandra Arsen Pranaja
All Rights Reserved
#2
nav
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Sendiri
  • Rafiq Aljinah [TELAH TERBIT]
  • Maafkann [END]
  • couple till jannah
  • ✔ Lovemorphosa [completed/revised]
  • Kayla in Love (END)
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Ia Rahasiaku
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Benang Takdir Azalea

Jika pertemuan pertama hanyalah sebuah ketidaksengajaan, dan pertemuan kedua sekadar kebetulan, mungkinkah pertemuan ketiga adalah cara Tuhan menulis takdir sebenarnya yang sempat tertunda? _____ Ayla tak pernah memilih Ibran, tapi takdir memilihkan nama lelaki itu sebagai suaminya. Pernikahan mereka tidak diawali oleh cinta, melainkan karena warisan janji yang tak pernah ia buat namun harus ia bayar dengan seluruh hidupnya. Lelaki itu pernah mencintai perempuan lain yang menjadi istri pertamanya. Pernah membangun dunia yang kini telah runtuh. Kepergian sang istri membuatnya hancur. Ia mencoba bangkit meninggalkan segalanya, termasuk Ayla demi masa depan. Ketika waktu dan jarak menjadi dinding diantara mereka, Ayla belajar memahami bagaimana mempertahankan rumah tangganya. Tanpa kehadiran, tanpa kepastian. Hanya harapan yang perlahan menjadi luka. Dua tahun ia menunggu. Bukan hanya menunggu seorang suami pulang, tapi juga menunggu dirinya didengar, dilihat, dan dicintai kembali. Dua tahun juga bukan waktu yang singkat. Tapi sampai kapan cinta bisa bertahan saat hanya satu hati yang berjuang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines