ANINDIRA

ANINDIRA

  • WpView
    Reads 612
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 16, 2022
Anindira chalondra gadis yang mandiri, the most wanted girl, tangguh namun nasib gadis ini begitu tragis ia harus kehilangan mamanya yang begitu ia sayangi dan ayahnya menikah lagi namun ibu tirinya memperlakukan ia sebagai pembantu bersama saudara tirinya itu. Raymond seorang laki-laki yang banyak digemari oleh kaum wanita dengan ketampanannya apalagi saat ia menggunakan motor tinggi walaupun ia di cap sebagai anak berandalan tapi ia memiliki hati yang begitu baik.
All Rights Reserved
#189
tristan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • E C L I P S E D
  • ALVASKA
  • BETWEEN US (STILL COMPLICATED)
  • Jodohku Anak Geng Motor [REVISI]
  • ATARICK [OFF]
  • mystery of the past
  • The Returning Queen (ON GOING)

Judul awal (VanderVictoria) Charlotte Victoria adalah lambang kesempurnaan dalam dunia yang tak pernah memberinya pilihan. Gadis anggun dari keluarga old money, hidup di balik dinding megah dan peraturan ketat sang ibu yang terobsesi pada status sosial. Ia tersenyum di depan publik, tapi hatinya diam-diam merindukan sesuatu yang nyata-sesuatu yang bebas. Lalu datanglah Evander Maverick. Ketua geng motor yang hidupnya berkebalikan dari Charlotte. Liar, bebas, tak terikat siapa pun atau apa pun. Dunia Evander dipenuhi suara mesin, luka lama, dan pilihan yang selalu ia buat sendiri, tanpa peduli benar atau salah. Charlotte dan Evander tidak seharusnya bertemu. Tapi semesta punya cara aneh mempertemukan dua dunia yang begitu berbeda-langit yang tenang dan jalanan yang gaduh. Dia sopan, dia brutal. Dia rapi, dia berantakan. Tapi di antara semua perbedaan itu, mereka mulai menemukan satu kesamaan: keinginan untuk bebas dari dunia yang membatasi mereka. Namun, cinta saja tak cukup. Apakah perasaan bisa melawan realita? Atau perbedaan akan jadi jurang yang terlalu dalam untuk dilompati?

More details
WpActionLinkContent Guidelines