R.U.M.A.H
  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 15, 2021
Entah hati bagian mana dipaksa patah, dan entah ruang yang mana dipaksa kosong, rumah itu kini berdiri lemah di pinggir danau yang airnya mengeruh. Suasananya tak menundukung siapapun untuk singgah. Mungkin, karena sudah terlalu banyak yang singgah dan merusaknya tanpa mampu memperbaikinya. Pergi begitu saja setelah diberi keteduhan yang dibalas dengan kehancuran. Rumah itu hanya butuh penghuni yang siap menetap. Memperbaiki setiap yang rusak, dan membersihkan semua yang kotor. Namun ketika seseorang siap untuk itu, justru rumah itu roboh sebelum diperbaiki. Apakah Tuhan tak merestui? Atau justru rumah itu sendiri yang sudah tak ingin lagi berdamai dengan insan? Kini, semua terserah pada realita yang akan dipimpin semesta untuk berjalan. Tak harus memaksa untuk berdiri tegak, tertidur lemahpun tak masalah jika ada yang siap menopang. Sesimpel itu sebenarnya hidup, namun sampai detik ini setiap manusia selalu memperkeruh kehidupan dengan kebodohan yang diada-ada saja.
All Rights Reserved
#92
riko
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Come To Leave (Revisi)
  • Happy Is Bulshit
  • Keluarga (Tidak) Terencana
  • I'm okay (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • About Naskala [on going]
  • FIZYA
  •  ANATHA
  • Halycon

#sicklit #fiksiremaja Rahasia kedua orang tuanya yang terkuak sungguh memuakkan. Keluarganya semakin hancur bersama tubuh yang turut melebur bersama kata lemah dan lelah. Tak tahu dan tak mengerti apa yang sebenarnya Tuhan inginkan darinya. Dave hanya ingin menjalani hidupnya dengan normal. Mencintai dan dicintai. Bukan melulu oleh kekasih, melainkan oleh Stevi dan Rendra selaku kedua orang tua kandungnya sendiri. Bersahabat dengan Melvan dan bertemu dengan Naya merupakan salah satu hal yang bisa melupakan semua luka yang ada, meski hanya sementara. Dapatkah Dave kembali menjalani hidup seperti biasa, tak merasa terganggu dengan kehancuran keluarga, serta kerapuhan diri yang semakin menjadi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines