Please Listen to Me

Please Listen to Me

  • WpView
    Reads 1,049
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Memiliki sebuah anugerah dari yang maha kuasa, mampu membuat sebagian orang senang dan bahagia. Kenapa? Karena mereka diberikan kelebihan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Namun ... bagaimana jika anugerah itu, malah membawa petaka? Membuat kalian dikucil 'kan oleh keluarga bahkan sahabat dan teman kalian? Apa yang kalian rasakan bila diposisi itu? Pasti kalian benci pada hidup ini! Benci pada diri kalian sendiri! Dan ... semua itu, dirasa 'kan oleh seorang gadis SMA. Ia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki, oleh semua orang. Namun ... ia tidak bahagia mempunyai kelebihan itu, ia menganggap bahwa itu, adalah sebuah KUTUKAN! Ya, kutukan! Ia benci bahkan sangat, pada kelebihan yang ia miliki. Karena setiap kejadian mengerikan, bahkan kematian yang ia lihat pada seseorang, dan itu, pasti akan terjadi! Namun ia tidak bisa menolongnya. Bukan tidak bisa ... ia sudah berusaha untuk mengata 'kannya, namun tidak ada yang percaya pada ucapannya! Tidak ada! Hingga ia hanya bisa menyaksi 'kannya, dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah. Kejadian itu, terus terulang dan terilahat dimatanya, saat ia menyentuh tangan seseorang. Oleh sebab itu, ia selalu menjauh dari teman-temannya dalam kesendirian, tanpa ada satupun yang menemaninya. Apa ia akan menerima kelebihan itu, sebagai anugerah? Dan menerimanya dengan lapang dada? Apa ia akan mendapat 'kan seorang teman? Yang percaya pada semua ucapanya, dan tidak berpikiran jika ia aneh?
All Rights Reserved
#197
peristiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Liberosis
  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • Aksara Lingga
  • After J (Complete)
  • TAK BISA MELAWAN TAKDIR
  • False Hopes
  • Reorganisasi
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
Liberosis

"Kamu emang anak yang gak berguna! Saya menyesal sudah membesarkan kamu! Apa yang bisa saya banggakan? Gak ada!" "Memang gak ada! Gak ada yang bisa Papa banggain dari aku. Meskipun aku udah berjuang selama ini, itu semua gak ada artinya untuk Papa!" "Anak kurang ajar!" PLAK! Di tengah derasnya guyuran hujan, pria belasan tahun itu melangkah tertatih-tatih dengan darah yang mengucur dari pelipisnya. Wajahnya penuh lebam, sudut bibirnya robek, menyisakan rasa perih yang begitu luar biasa ketika bercampur dengan air hujan. Ia berjalan tak tentu arah di pinggir trotoar, kaos hitamnya basah mencetak dengan jelas bentuk tubuhnya yang atletis, pria itu hanya memakai celana pendek sehingga bulu-bulu di kaki jenjangnya terlihat jelas bahkan udara yang sangat dingin begitu menusuk ditambah tidak memakai alas kaki. Kepalanya menengadah ke atas langit. Membiarkan ribuan rintik hujan itu menampar wajahnya. Matanya terpejam sejenak. Dari radius dua ratus meter tempatnya berdiri, ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sudut bibirnya terangkat. Sepertinya seru, itu pikirnya. Tanpa berpikir panjang, ia melangkah pelan turun ke jalan aspal seperti orang yang tidak berminat untuk hidup. Dari arah kanan, mobil melaju begitu kencangnya tanpa melihat ada seorang yang berdiri di tengah jalan karena ribuan air itu menutupi kaca mobil sehingga sopir tidak mampu menatap dengan jelas. Selamat tinggal, dunia yang menyakitkan. Namun lima meter lagi saat mobil hendak menyentuh tubuhnya, tiba-tiba ada yang menarik pergelangan tangan pria itu dengan begitu cepat. Napasnya berburu kencang. "LO GAK WARAS?!" Perempuan bermata biru itu ... setidaknya itu yang Alvan lihat sebelum matanya benar-benar terutup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines