Please Listen to Me

Please Listen to Me

  • WpView
    Reads 1,049
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 4, 2021
Memiliki sebuah anugerah dari yang maha kuasa, mampu membuat sebagian orang senang dan bahagia. Kenapa? Karena mereka diberikan kelebihan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Namun ... bagaimana jika anugerah itu, malah membawa petaka? Membuat kalian dikucil 'kan oleh keluarga bahkan sahabat dan teman kalian? Apa yang kalian rasakan bila diposisi itu? Pasti kalian benci pada hidup ini! Benci pada diri kalian sendiri! Dan ... semua itu, dirasa 'kan oleh seorang gadis SMA. Ia mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki, oleh semua orang. Namun ... ia tidak bahagia mempunyai kelebihan itu, ia menganggap bahwa itu, adalah sebuah KUTUKAN! Ya, kutukan! Ia benci bahkan sangat, pada kelebihan yang ia miliki. Karena setiap kejadian mengerikan, bahkan kematian yang ia lihat pada seseorang, dan itu, pasti akan terjadi! Namun ia tidak bisa menolongnya. Bukan tidak bisa ... ia sudah berusaha untuk mengata 'kannya, namun tidak ada yang percaya pada ucapannya! Tidak ada! Hingga ia hanya bisa menyaksi 'kannya, dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah. Kejadian itu, terus terulang dan terilahat dimatanya, saat ia menyentuh tangan seseorang. Oleh sebab itu, ia selalu menjauh dari teman-temannya dalam kesendirian, tanpa ada satupun yang menemaninya. Apa ia akan menerima kelebihan itu, sebagai anugerah? Dan menerimanya dengan lapang dada? Apa ia akan mendapat 'kan seorang teman? Yang percaya pada semua ucapanya, dan tidak berpikiran jika ia aneh?
All Rights Reserved
#116
peristiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Reorganisasi
  • She's Not Angle Or Devil [On Going]
  • THE CLIMB [Completed]
  • REWRITTEN | END
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • BROKEN HEART [END]
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • False Hopes

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines