Milovat' Kofe

Milovat' Kofe

  • WpView
    LECTURAS 170
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 11, 2022
Coffee shop ini dibuat untuk membuat kenangan yang berharga bagi para pengunjung yang hadir. Sudah terlampau banyak kejadian yang terjadi disini. Ada yang menyenangkan ada pula yang menyedihkan. Lucunya, disini pula seorang barista mengukir kisahnya sendiri. Kisah cinta yang diawali dengan kisah yang cukup rumit, lalu apakah akan berakhir dengan indah ataukah diakhiri dengan kerumitan pula? . . "Bagaimana kalau dua insan yang saling mencintai, Harus merelakan satu sama lain. Dengan tujuan, Agar keduanya bisa bahagia. . . Namun, Bagaimana kalau dua insan tersebut pada akhirnya berjodoh? Semuanya kembali kepada takdir. Walaupun mereka pergi ke tempat yang jauh sekali pun, Pada akhirnya mereka akan kembali. Kembali ke rumah." .
Todos los derechos reservados
#402
yeri
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • One cup of coffee
  • Love Is Coffe Away (Myungnyang/Daengsung)
  • My First and Last [COMPLETED]
  • Dia Telah Menikah
  • About Love
  • The Coffee Crush
  • JUST MY COACH ( Wenzhu )
  • S1 Godfather [RionCaine] End~

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido